BPKN Desak Evaluasi Total KAI Buntut Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

BPKN Desak Evaluasi Total KAI Buntut Tabrakan Kereta di Bekasi Timur
Foto: Ilustrasi BPKN Desak Evaluasi Total KAI Buntut Tabrakan Kereta di Bekasi Timur.

Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) mendesak perbaikan menyeluruh pada sistem operasional PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyusul insiden tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. Peristiwa tragis yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line tersebut mengakibatkan jatuhnya korban jiwa serta puluhan orang mengalami luka-luka.

Dilansir dari Detik Finance, Ketua BPKN Mufti Mubarak memberikan perhatian khusus pada pemenuhan hak-hak para korban, mulai dari jaminan biaya pengobatan hingga santunan. Ia menilai kejadian ini menjadi sinyal kuat dibutuhkannya pembenahan besar-besaran dalam tata kelola transportasi publik nasional agar aspek keamanan lebih terjamin.

"BPKN turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah ini. Ini bukan sekadar kecelakaan, tetapi tragedi yang harus menjadi momentum evaluasi besar dalam sistem transportasi publik kita," ujar Mufti Mubarak, Ketua BPKN.

Mufti menyoroti adanya indikasi kelemahan serius dalam manajemen operasional dan pengawasan jalur yang menyebabkan dua kereta berada di lintasan yang sama. Ia menegaskan perlunya transparansi dalam proses pengusutan kasus ini guna mengungkap penyebab pasti terjadinya kesalahan fatal dalam sistem pengendalian perjalanan.

"Ini menunjukkan adanya kelemahan serius dalam sistem. Tidak boleh ada lagi kereta masuk di jalur yang sama tanpa pengamanan berlapis. Ini bentuk kecerobohan sistemik," tambah Mufti.

Sebagai langkah solutif, BPKN merekomendasikan modernisasi sistem perkeretaapian melalui integrasi teknologi informasi dan kecerdasan buatan (AI) untuk meminimalisir risiko kesalahan manusia. Hal ini mencakup penerapan sistem deteksi dini konflik jalur serta pembaharuan perangkat persinyalan otomatis yang bekerja secara waktu nyata.

"Ke depan, sistem transportasi tidak bisa lagi mengandalkan manual atau semi-manual. Harus berbasis teknologi cerdas yang mampu mencegah human error," jelas Mufti.

Saat ini, investigasi masih terus dilakukan untuk mendalami dugaan gangguan di perlintasan yang menyebabkan KRL berhenti mendadak sebelum tertabrak. Mufti menekankan bahwa keselamatan penumpang merupakan harga mati yang tidak boleh dikompromikan oleh penyedia jasa transportasi.

"Keselamatan konsumen adalah prioritas utama. Jangan sampai kejadian serupa terulang karena kelalaian yang sebenarnya bisa dicegah," jelas Mufti.

Artikel terkait

Rekomendasi