BPJS Kesehatan Soroti Komplikasi Hipertensi dan Diabetes Picu Gagal Ginjal

BPJS Kesehatan Soroti Komplikasi Hipertensi dan Diabetes Picu Gagal Ginjal
Foto: Ilustrasi BPJS Kesehatan Soroti Komplikasi Hipertensi dan Diabetes Picu Gagal Ginjal.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito menekankan bahwa komplikasi penyakit hipertensi dan diabetes mellitus menjadi pemicu utama melonjaknya kasus gagal ginjal di Indonesia pada Rabu (15/4/2026). Masalah kesehatan serius ini sebenarnya dapat dimitigasi melalui penerapan pola hidup sehat dan pencegahan dini.

Pemerintah kini mulai menggeser fokus penanganan ke arah pendekatan promotif dan preventif guna menekan angka kasus serta beban biaya kesehatan nasional. Salah satu langkah yang ditempuh adalah implementasi kebijakan Nutri Level pada produk pangan siap saji untuk mempermudah masyarakat mengontrol asupan harian.

Fokus pada pengendalian penyakit penyerta ini menjadi prioritas otoritas kesehatan dalam upaya jangka panjang menstabilkan anggaran jaminan kesehatan. Penekanan tersebut disampaikan langsung oleh pihak manajemen BPJS Kesehatan di tengah kekhawatiran meningkatnya tren penyakit tidak menular.

"Concern kita yang utama di diabetes melitus dan hipertensi. Itu yang akan kita kejar dengan pendekatan promotif dan preventif sehingga dalam jangka panjang akan sangat-sangat menurunkan pembiayaan kesehatan," kata Prihati Pujowaskito, Direktur Utama BPJS Kesehatan.

Dilansir dari Detik Health, gangguan fungsi ginjal sering kali berlangsung secara perlahan namun konsisten hingga organ tersebut tidak lagi mampu bekerja optimal menyaring darah. Kondisi diabetes menyebabkan ginjal bekerja ekstra keras untuk membuang kelebihan glukosa melalui urine, yang sering kali ditandai dengan rasa haus terus-menerus.

Data dari jurnal Medicine tahun 2023 dan Journal of the American Society of Nephrology tahun 2017 menunjukkan bahwa filtrasi glukosa tinggi dapat mengubah struktur ginjal bahkan sebelum diagnosis diabetes tegak. Jika kadar gula darah tidak dikendalikan, kerusakan pembuluh darah kecil akan memicu kebocoran protein ke dalam urine.

Sementara itu, hipertensi memaksa pembuluh darah di ginjal menerima beban tekanan yang terus-menerus tinggi sehingga dinding pembuluh darah menebal dan menyempit. Gangguan aliran oksigen dan nutrisi ini mengakibatkan penumpukan zat sisa di dalam tubuh dan kerusakan jaringan permanen.

Penelitian dalam jurnal Biomedicine tahun 2026 mengonfirmasi bahwa hipertensi yang tidak terkontrol merupakan penyebab utama penurunan fungsi ginjal dalam jangka panjang. Penggunaan label Nutri Level pada kemasan makanan diharapkan dapat membantu masyarakat membatasi asupan gula, garam, dan lemak secara mandiri.

Artikel terkait

Rekomendasi