Produsen pesawat asal Amerika Serikat, Boeing, dilaporkan tengah mengupayakan kesepakatan besar untuk memasok ratusan unit pesawat jet ke Tiongkok. Langkah ini menjadi momen krusial bagi perusahaan yang sempat terpinggirkan dari pasar penerbangan terbesar kedua di dunia akibat ketegangan perdagangan antara Beijing dan Washington.
Kabar mengenai potensi pesanan ini muncul seiring dengan kunjungan Presiden Donald Trump ke Tiongkok untuk menemui pemimpin Tiongkok Xi Jinping. Dilansir dari Internasional, sejumlah sumber sebelumnya menginformasikan kepada Reuters bahwa diskusi awal mencakup rencana pengadaan sekitar 500 unit pesawat jet.
Jika target pesanan melampaui 500 unit tersebut terealisasi, transaksi ini akan mencatat rekor sebagai kesepakatan terbesar dalam sejarah industri penerbangan. Jumlah tersebut berpotensi melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh IndiGo dengan pembelian 500 pesawat Airbus, meski pengadaan oleh Tiongkok kemungkinan akan didistribusikan ke tiga maskapai milik negara.
Pasar bereaksi terhadap perkembangan ini setelah pernyataan dari Donald Trump di Fox News Channel pada Kamis waktu setempat. Dampaknya, saham Boeing sempat mengalami koreksi hingga hampir 4 persen karena volume pesanan yang disebutkan dianggap berada di bawah ekspektasi pasar.
Keterlibatan petinggi industri dalam misi diplomatik ini terlihat dari kehadiran CEO Boeing, Kelly Ortberg, dan CEO GE Aerospace, Larry Culp. Keduanya tergabung dalam jajaran eksekutif yang menyertai Trump ke Tiongkok guna menuntaskan sengketa bisnis dan membuka peluang ekspor baru bagi manufaktur Amerika Serikat.
Bagi pihak Tiongkok, kerja sama ini dipandang strategis untuk mengamankan kapasitas pertumbuhan pasar domestik. Hal tersebut menjadi prioritas mengingat produksi pesawat buatan dalam negeri, COMAC C919, dilaporkan belum mampu mencapai target ambisius yang telah ditetapkan sebelumnya.
Di sisi lain, kesepakatan ini memberikan peluang bagi Boeing untuk memperkecil ketertinggalan pangsa pasar dari pesaing utamanya, Airbus. Hingga saat ini, belum tersedia rincian teknis mendalam mengenai jenis pesawat spesifik maupun jadwal pengiriman unit yang akan disepakati dalam kontrak tersebut.