BMKG Terbitkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia

BMKG Terbitkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia
Foto: Ilustrasi BMKG Terbitkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerbitkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi yang mengancam sejumlah wilayah perairan Indonesia. Fenomena ini diprediksi berlangsung selama empat hari, mulai 17 hingga 20 Mei 2026, seperti diberitakan oleh Media Indonesia.

Berdasarkan analisis BMKG, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara bergerak dari Timur Laut hingga Tenggara dengan kecepatan 6ÔÇô25 knot. Sementara itu, di wilayah selatan, angin bergerak dengan kecepatan lebih tinggi, yakni mencapai 6ÔÇô30 knot.

Kecepatan angin tertinggi terdeteksi di Selat Karimata, Laut Jawa, Selat Makassar, Laut Sulawesi, dan Laut Maluku. Kondisi pola angin tersebut memicu peningkatan tinggi gelombang di berbagai titik strategis pelayaran.

Peningkatan tinggi gelombang terbagi menjadi kategori sedang dan tinggi di beberapa area perairan berikut:

Daftar wilayah perairan berdasarkan ketinggian gelombang
Ketinggian GelombangWilayah Perairan
1.25 ÔÇô 2.5 Meter (Sedang)Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Kep. Nias hingga Bengkulu, Samudra Hindia selatan Bali & NTT, Laut Jawa (Barat, Tengah, Timur), Selat Makassar, Laut Sulawesi, Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua, dan Laut Arafuru.
2.5 ÔÇô 4.0 Meter (Tinggi)Samudra Hindia barat Lampung & Aceh, Samudra Hindia selatan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, NTB, serta Perairan Selatan Pulau Bali.

Risiko Keselamatan Pelayaran

BMKG menegaskan bahwa potensi gelombang tinggi ini berisiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. Masyarakat, khususnya operator moda transportasi laut, diminta memperhatikan risiko teknis berdasarkan jenis armada.

Perahu nelayan perlu waspada jika kecepatan angin lebih dari 15 knot dan gelombang di atas 1.25 meter. Untuk kapal tongkang, risiko meningkat saat angin melebihi 16 knot dan gelombang di atas 1.5 meter.

Sementara itu, kapal ferry diimbau waspada terhadap angin di atas 21 knot dan gelombang melebihi 2.5 meter. Kapal ukuran besar seperti kargo atau pesiar harus memperhatikan risiko jika angin di atas 27 knot dan gelombang melampaui 4.0 meter.

"Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran," tulis keterangan resmi BMKG, Minggu (17/5).

Masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi diimbau untuk tetap waspada. Publik diharapkan terus memantau pembaruan informasi cuaca maritim melalui kanal resmi BMKG.

Artikel terkait

Rekomendasi