Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang akan melanda wilayah Jabodetabek pada periode 4 hingga 7 Mei 2026.
Dilansir dari Megapolitan, intensitas curah hujan diprediksi berkisar antara sedang hingga sangat lebat, yang terbagi dalam klasifikasi status Waspada dan Siaga.
Pada 4 Mei 2026, status Waspada ditetapkan untuk wilayah Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Kabupaten Bekasi, serta Kota Depok.
Sementara itu, wilayah Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Kepulauan Seribu, Kabupaten Bogor, dan Kota Bogor masuk dalam kategori status Siaga hujan lebat hingga sangat lebat.
Memasuki tanggal 5 Mei 2026, cakupan wilayah dengan status Waspada meluas hingga mencakup hampir seluruh Jabodetabek, mulai dari Tangerang Raya, seluruh DKI Jakarta, hingga Bekasi dan Bogor.
Intensitas hujan diprediksi mulai terkonsentrasi di wilayah Kepulauan Seribu dan Kabupaten Bogor pada 6 Mei 2026 dengan potensi hujan sedang hingga lebat.
Sedangkan pada hari terakhir periode peringatan, yakni 7 Mei 2026, potensi dampak cuaca masih membayangi wilayah Kabupaten Bogor dan Kota Bogor.
BMKG menegaskan bahwa dinamika atmosfer saat ini dapat berubah secara cepat, sehingga masyarakat diminta untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca secara berkala.
Peningkatan intensitas hujan ini berisiko memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang, khususnya pada titik-titik yang tergolong rawan.
Warga diimbau untuk menjauhi area terdampak banjir saat hujan deras melanda serta memastikan sistem drainase di lingkungan masing-masing berfungsi dengan baik.
Informasi resmi dapat diakses publik melalui situs www.bmkg.go.id maupun melalui aplikasi InfoBMKG sebagai panduan kesiapsiagaan.
Ancaman Banjir Rob di Pesisir Jakarta
Selain curah hujan tinggi, potensi banjir pesisir atau rob juga mengancam wilayah utara Jakarta mulai tanggal 1 hingga 8 Mei 2026.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyatakan ancaman ini muncul akibat fase bulan baru atau Perigee yang memicu pasang maksimum air laut.
"Masyarakat pesisir perlu meningkatkan kesiapsiagaan karena pasang tinggi dapat berlangsung beberapa hari," kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji.
BPBD memetakan puncak pasang air laut diperkirakan terjadi pada rentang waktu pukul 20.00 hingga 01.00 WIB setiap harinya.
Lokasi yang terdampak meliputi Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, Tanjung Priok, dan Kepulauan Seribu.
Warga yang tinggal atau beraktivitas di kawasan pesisir diminta menghentikan kegiatan saat puncak pasang berlangsung dan segera menghubungi layanan darurat 112 jika memerlukan bantuan.