Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak suhu panas di Indonesia akan berlangsung pada Mei 2026 seiring masuknya musim kemarau. Peningkatan suhu udara yang dirasakan masyarakat di berbagai wilayah dipicu oleh minimnya tutupan awan dan posisi semu matahari.
Dilansir dari Kompas, keluhan mengenai cuaca terik yang mengganggu aktivitas harian marak disampaikan oleh warga melalui media sosial X. Fenomena ini diperkuat oleh data BMKG yang menunjukkan bahwa sekitar 7 persen Zona Musim (ZOM) telah memasuki masa kemarau sejak April 2026.
"Mau main keluar rumah males ya panas banget cuaca," tulis akun @saa*****.
Para pengguna media sosial lainnya juga melaporkan kondisi suhu udara yang terasa jauh lebih menyengat dibandingkan biasanya dalam beberapa hari terakhir.
"Rill apalagi di cuaca yang panas ini makin puanasss," ungkap pemilik akun @hay******.
Pihak BMKG menjelaskan bahwa kondisi panas pada siang hari terjadi karena dominasi angin timuran dari Australia yang bersifat kering. Aliran angin tersebut menghambat pembentukan awan hujan, sehingga intensitas penyinaran matahari ke permukaan bumi menjadi lebih maksimal.
Selain faktor angin, posisi matahari pada April masih berada dekat dengan wilayah Indonesia bagian utara. Meskipun suhu tinggi mendominasi, fenomena atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) masih berpeluang memicu hujan lebat di beberapa daerah dalam waktu dekat.
Berdasarkan pemantauan suhu maksimum harian pada Senin (27/4/2026), wilayah Medan mencatat suhu tertinggi mencapai 36,8 derajat Celsius. Berikut adalah rincian data suhu maksimum yang dihimpun oleh berbagai stasiun meteorologi BMKG:
| Lokasi Stasiun Pengamatan | Suhu (Celsius) |
|---|---|
| Balai Besar MKG Wilayah I, Medan, Sumatera Utara | 36,8 |
| Stamet III Malikussaleh, Aceh Utara, Aceh | 36,6 |
| Balai Besar MKG Wilayah II, Ciputat, Banten | 36,2 |
| Stageof Deli Serdang, Deli Serdang, Sumatera Utara | 36,0 |
| Stamet Mutiara Sis-Al Jufri, Palu, Sulawesi Tengah | 35,9 |
| Stageof Lampung Utara, Lampung Utara, Lampung | 35,6 |
| Stamet Maritim Serang, Serang, Banten | 35,6 |
| Stamet Budiarto, Curug, Banten | 35,5 |
| Staklim Banten, Tangerang, Banten | 35,4 |
| Stamet Rendani, Manokwari, Papua Barat | 35,4 |
| Stamet Maritim Panjang, Bandar Lampung, Lampung | 35,3 |
| Stamet Beringin, Barito Utara, Kalimantan Tengah | 35,1 |
| Stamet Pangsuma, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat | 35,0 |
| Suryadarma TNI AU, Subang, Jawa Barat | 35,0 |
| Halim Perdanakusuma TNI AU, Jakarta Timur, DKI Jakarta | 35,0 |
| Pos Meteorologi Penggung, Cirebon, Jawa Barat | 35,0 |
| Stamet Kertajati, Majalengka, Jawa Barat | 34,8 |
| Staklim Jambi, Muaro Jambi, Jambi | 34,8 |
| Taman Alat Digital Staklim Sumsel, Palembang, Sumatera Selatan | 34,8 |
Masyarakat diimbau untuk waspada karena puncak musim kemarau diprediksi baru akan terjadi pada Agustus hingga September 2026. BMKG menyarankan warga untuk menjaga hidrasi tubuh dan membatasi aktivitas luar ruangan guna menghindari dampak paparan sinar matahari langsung.