BMKG Beri Peringatan Dini Potensi Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia

BMKG Beri Peringatan Dini Potensi Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia
Foto: Ilustrasi BMKG Beri Peringatan Dini Potensi Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini mengenai risiko gelombang tinggi yang mengancam sejumlah wilayah perairan di Indonesia. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Kompas, peringatan ini ditetapkan mulai 29 April 2026 pukul 07.00 WIB hingga 2 Mei 2026 pukul 07.00 WIB.

Analisis BMKG menunjukkan adanya pergerakan pola angin yang signifikan di berbagai wilayah. Di bagian utara Indonesia, angin terpantau bergerak dari arah timur laut ke timur dengan kekuatan antara 4 hingga 20 knot.

Sementara itu, di wilayah selatan Indonesia, angin bertiup dari timur ke tenggara dengan kecepatan yang lebih tinggi, yakni berkisar 5 sampai 25 knot. Kecepatan angin paling ekstrem terdeteksi di Samudra Hindia barat Lampung, Samudra Hindia selatan NTT, serta Laut Arafuru.

Pihak BMKG membagi potensi ancaman gelombang ini ke dalam dua kategori ketinggian. Gelombang dengan estimasi tinggi 1,25 hingga 2,5 meter diprediksi akan terjadi di beberapa titik perairan nasional yang perlu diwaspadai oleh pengguna jasa laut.

Di sisi lain, risiko yang lebih besar berupa gelombang setinggi 2,5 hingga 4,0 meter berpotensi melanda wilayah Samudra Hindia bagian barat Lampung dan sepanjang selatan Pulau Jawa, mulai dari Banten, Jawa Barat, hingga Jawa Tengah.

Kondisi gelombang tinggi tersebut juga diprediksi meluas ke wilayah selatan Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga Nusa Tenggara Timur (NTT). Wilayah-wilayah ini mendapatkan perhatian khusus karena paparan langsung ke samudra luas.

Risiko Keselamatan Pelayaran

Kondisi cuaca ekstrem di lautan ini dinilai membawa dampak serius bagi keamanan transportasi laut. Pihak BMKG memberikan penekanan bahwa situasi ini sangat berisiko bagi keselamatan pelayaran, terutama jika kecepatan angin melampaui ambang batas aman yang ditentukan.

Jenis armada yang paling rentan terhadap ancaman ini meliputi perahu nelayan, kapal tongkang, hingga kapal ferry. Masyarakat dan para pelaku aktivitas di laut diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan guna menghindari kecelakaan selama periode peringatan tersebut berlangsung.

Artikel terkait

Rekomendasi