PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) atau Blibli berencana melakukan aksi korporasi berupa penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) dengan menerbitkan maksimal 9,5 miliar saham baru. Langkah strategis ini akan diajukan untuk mendapatkan persetujuan pemegang saham dalam rapat yang dijadwalkan pada Kamis, 4 Juni 2026.
Aksi korporasi ini mencakup sekitar 6,92 persen dari total modal ditempatkan dan disetor perseroan sebagaimana dilansir dari Investasi. Pelaksanaan penguatan modal melalui skema private placement tersebut terbagi menjadi dua jalur utama untuk kepentingan internal dan pengembangan perusahaan secara umum.
Skema pertama difokuskan pada program kepemilikan saham untuk manajemen dan karyawan (MESOP) dengan alokasi sebanyak-banyaknya 4,5 miliar lembar saham. Sementara itu, skema kedua merupakan penerbitan 5 miliar saham baru di luar program MESOP untuk memperkuat struktur permodalan.
Terkait rencana besar tersebut, manajemen perusahaan telah memberikan penjelasan mengenai persentase maksimal saham yang akan dilepas ke pasar melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia.
"Persetujuan atas rencana Perseroan untuk melakukan peningkatan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu sebanyak-banyaknya 6,92% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan," ujar Eric Alamsjah Winarta, Chief Corporate Secretary & Investor Relations BELI.
Selain agenda penambahan modal, perusahaan juga akan mengusulkan penyesuaian anggaran dasar perusahaan guna menyelaraskan bisnis dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) terbaru tahun 2025. Agenda ini menjadi bagian penting dalam rapat luar biasa yang akan digelar serentak dengan rapat tahunan.
Dalam pertemuan tahunan tersebut, direksi dijadwalkan akan membahas laporan keuangan untuk tahun buku 2025 serta penetapan remunerasi bagi petinggi perusahaan. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta mulai pukul 10.00 WIB.