Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bima Arya Sugiharto mengkritik adanya kepala daerah yang mengeluhkan pelaksanaan program mandatori pemerintah pusat berupa Proyek Strategis Nasional (PSN) saat menghadiri Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat pada Kamis (7/5/2026).
Kritik tersebut disampaikan Bima Arya dalam acara yang disiarkan melalui kanal YouTube Bappenas RI, sebagaimana dilansir dari Nasional. Ia menyoroti perbedaan sikap antar pemimpin daerah dalam merespons instruksi pembangunan dari pusat.
"Ada kepala daerah yang semangat tapi ada kepala daerah yang memilih mengeluh daripada berpeluh," kata Bima.
Penegasan mengenai pentingnya pengawalan serius terhadap PSN didasarkan pada potensi kebangkitan ekonomi lokal. Bima kemudian memberikan contoh nyata mengenai wilayah yang dianggap sukses dalam mengelola dukungan pembangunan eksternal.
"Ini saya berikan contohnya satu daerah Pak, kebetulan minggu lalu baru kami kunjungi ke sana, kota Jambi," katanya.
Mantan Wali Kota Bogor ini menjelaskan bahwa kepemimpinan Wali Kota Jambi Maulana menjadi faktor kunci dalam menjaring dukungan pembangunan. Koordinasi yang gesit membuat perolehan dukungan hampir setara dengan nilai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
"Ini setelah dihitung-hitung, ini karena wali kotanya ini agak gesit juga, dukungan pembangunan dari mana-mana itu jumlahnya hampir sama dengan APBD-nya sendiri, Rp 2 triliun," ucapnya.
Selain keberhasilan di Jambi, sektor lain yang dianggap mampu mendongkrak ekonomi adalah pengawalan terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Bima menyebut kepala daerah yang rajin akan menghubungkan rantai pasok dari sektor pertanian dan peternakan di wilayahnya.
"Nah ini laporan-laporan dari berbagai kota menunjukkan hasil yang baik, salah satunya adalah ini yang saya kutip ini," ucapnya.
Capaian positif di tingkat daerah ini disebut selaras dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Keuangan. Laporan lembaga tersebut menunjukkan pertumbuhan ekonomi nasional saat ini berada pada angka di atas 5 persen.
"Nah seperti Pak Menteri Keuangan juga sampaikan tadi, Ibu Kepala BPS sampaikan bahwa ekonomi kita baik, dengan catatan betul-betul kita kawal semua sampai daerah. Ekonomi daerah merupakan pengungkit pertumbuhan ekonomi nasional," tandasnya.