Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi kembali memberikan tekanan pada biaya operasional kendaraan bermotor di tanah air.
Salah satu jenis bahan bakar yang mengalami lonjakan harga cukup signifikan adalah Pertamax Turbo, yang berdampak langsung pada pengeluaran para pemilik mobil.
Dilansir dari Otomotif, harga Pertamax Turbo merangkak naik dari posisi awal Rp 13.100 per liter menjadi Rp 19.400 per liter.
Kenaikan sebesar Rp 6.300 tersebut secara otomatis mendongkrak anggaran pengisian bahan bakar, termasuk bagi pengguna mobil bermesin turbo seperti Daihatsu Rocky.
Meskipun masuk dalam kategori SUV kompak, Daihatsu Rocky mengusung mesin berkode 1KR-VET dengan kapasitas 1.000 cc tiga silinder yang dilengkapi teknologi turbo.
Dapur pacu ini sanggup memproduksi tenaga hingga 97,8 Ps atau setara 96,4 tk pada putaran 6.000 rpm serta torsi maksimal 15,2 kgm atau 147 Nm pada rentang 2.400 sampai 4.000 rpm.
Daihatsu Rocky sendiri memiliki kapasitas tangki bahan bakar sebesar 36 liter yang menampung asupan energi untuk mobilitas harian penggunanya.
Sebelum adanya penyesuaian harga, pemilik SUV ringkas ini hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 471.600 untuk melakukan pengisian bensin secara penuh atau full tank.
Namun, dengan tarif baru saat ini, pengisian penuh tangki Daihatsu Rocky membutuhkan biaya yang mencapai angka Rp 698.400.
Kondisi ini menciptakan selisih kenaikan biaya pengisian sebesar Rp 226.800 untuk setiap kali tangki diisi hingga kapasitas maksimal.
Lonjakan pengeluaran ini sangat dirasakan manfaatnya, terutama bagi para pengendara yang sangat bergantung pada mobil tersebut untuk aktivitas rutin mereka sehari-hari.
Fenomena tersebut menjadi bukti bahwa fluktuasi harga BBM non-subsidi memberikan dampak instan bagi pengguna mobil bermesin kecil yang selama ini dikenal cukup efisien.
Apabila tren kenaikan harga energi global terus berlanjut, terdapat kemungkinan para konsumen akan mulai beralih mencari solusi transportasi lain yang lebih ekonomis untuk jangka panjang.