Badan Gizi Nasional Bentuk Tim Validasi Penerima Makan Bergizi Gratis

Badan Gizi Nasional Bentuk Tim Validasi Penerima Makan Bergizi Gratis
Foto: Ilustrasi Badan Gizi Nasional Bentuk Tim Validasi Penerima Makan Bergizi Gratis.

Badan Gizi Nasional (BGN) mulai menyiapkan tim khusus untuk menyaring penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (15/4/2026). Langkah ini difokuskan bagi anak-anak yang mengalami kurang gizi serta kalangan masyarakat kurang mampu di berbagai wilayah.

Pembentukan tim tersebut merupakan upaya pengejawantahan keinginan Presiden agar distribusi bantuan gizi dilakukan secara tepat sasaran, sebagaimana dilansir dari Nasional. Tim ini akan bergerak cepat melakukan penyisiran data di lapangan dalam waktu dekat.

Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang memberikan keterangan terkait dimulainya proses survei lapangan tersebut untuk mengidentifikasi siapa saja yang berhak menerima manfaat program nasional ini.

"Minggu depan sudah mulai disurvei di Jakarta untuk menyisir penerima manfaat," katanya Nanik, Wakil Kepala BGN.

Kelompok ini diberi nama Tim Optimalisasi Penerima Manfaat yang mengedepankan pendekatan berbasis kebutuhan untuk menjamin efektivitas program. BGN juga membangun koordinasi awal dengan Kementerian Sosial serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah guna melakukan sinkronisasi data.

Penyelarasan informasi tersebut akan ditindaklanjuti dengan proses validasi langsung oleh tim BGN agar data dari kementerian terkait sesuai dengan kondisi riil di masyarakat.

"Iya nantinya data dari kita," ujar Nanik, Wakil Kepala BGN.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menginstruksikan agar program MBG memberikan prioritas penuh kepada anak dari keluarga yang benar-benar membutuhkan dukungan gizi tambahan.

"Jadi kalau anak-anak orang mampu, kan tidak membutuhkan MBG karena orangtuanya sudah bisa memberi makanan bergizi yang baik di rumahnya," kata Nanik, Wakil Kepala BGN.

Dalam keterangan resminya, Nanik menjelaskan bahwa bantuan ini tidak bersifat wajib bagi siswa dari keluarga sejahtera. Presiden menegaskan tidak boleh ada unsur paksaan dalam penyaluran bantuan tersebut.

"Presiden menyampaikan bahwa program ini tidak boleh dipaksakan. MBG harus difokuskan kepada anak-anak yang benar-benar membutuhkan perbaikan gizi," ujar Nanik, Wakil Kepala BGN.

Melalui pengawasan dan evaluasi yang diperkuat, Badan Gizi Nasional berharap program ini dapat memberikan dampak kesehatan yang nyata dan signifikan bagi generasi mendatang.

"Kami ingin memastikan MBG tepat sasaran dan memberi dampak nyata. Karena itu, pengawasan dan evaluasi akan terus kami perkuat agar program ini berjalan optimal," tutur Nanik, Wakil Kepala BGN.

Artikel terkait

Rekomendasi