PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus berkomitmen untuk memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui berbagai program pendampingan. Upaya ini dilakukan guna meningkatkan kapasitas usaha para pelaku UMKM agar lebih kompetitif di pasar nasional.
Zdrink menjadi salah satu contoh UMKM asal Jakarta Barat yang telah merasakan manfaat nyata dari program pemberdayaan tersebut. Bisnis minuman ini fokus mengembangkan produk cokelat siap seduh dengan bahan baku utama kakao pilihan dari wilayah Lampung.
Sejak resmi didirikan pada tahun 2022, Zdrink menawarkan variasi menu yang beragam untuk memanjakan lidah para pelanggannya. Beberapa pilihan rasa yang tersedia meliputi Chocolate, Cappuccino, Taro, Avocado, hingga varian Oreo yang unik.
Dari sekian banyak menu yang ditawarkan, varian Chocolate dan Cappuccino tercatat sebagai produk yang paling banyak dibeli oleh konsumen. Zdrink juga terus berinovasi dengan menyediakan produk minuman siap seduh yang praktis untuk dibawa bepergian.
Selain menjual minuman dalam bentuk cair, Zdrink juga memproduksi bubuk minuman kemasan yang bisa diseduh sendiri di rumah. Produk kemasan ini dipasarkan secara meluas, baik melalui kanal penjualan daring maupun toko fisik secara luring.
Perjalanan Berdirinya Zdrink
Redi Noverindo, pendiri Zdrink, membagikan kisah inspiratif di balik terciptanya unit usaha minuman cokelat ini. Menurutnya, ide bisnis ini muncul dari pengamatan sederhana terhadap kebiasaan sang buah hati di lingkungan sekolah.
Perjalanan bisnis ini dimulai pada 10 Maret 2022, tepat setelah Redi tidak lagi bekerja di perusahaan sebelumnya. Ia terinspirasi melihat anaknya yang sangat menyukai minuman rasa cokelat dan stroberi yang dijual di area sekolah.
Berawal dari pemikiran tersebut, ia memutuskan untuk meracik minuman dengan beragam varian rasa mulai dari cokelat hingga taro. Lapak pertama Zdrink akhirnya dibuka di area depan SD Kelapa Dua, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Seiring berjalannya waktu, usaha ini tidak hanya mengandalkan penjualan di lapak fisik tetapi juga mulai memproduksi bubuk cokelat. Langkah ekspansi ini memungkinkan produk Zdrink menjangkau pasar yang lebih luas melalui marketplace dan bazar.
Dukungan Ekosistem Digital BRI
Dalam mengembangkan bisnisnya, Zdrink secara aktif memanfaatkan ekosistem pemberdayaan yang disediakan oleh BRI. Mereka memanfaatkan platform LinkUMKM serta mengikuti rangkaian pelatihan intensif melalui program BRIncubator.
Redi mengaku mendapatkan informasi mengenai program pemberdayaan ini melalui media sosial Instagram. Sejak bergabung, ia merasa mendapatkan banyak tambahan wawasan baru dalam hal manajemen bisnis serta pengembangan strategi usaha.
Program pelatihan BRIncubator dinilai memberikan dampak yang signifikan terhadap penguatan merek Zdrink di mata masyarakat luas. Redi merasa sangat terbantu, terutama dalam hal teknik pemasaran melalui ajang bazar maupun promosi di media sosial.
Selain pelatihan, Zdrink juga telah mengadopsi teknologi pembayaran digital dengan menggunakan layanan QRIS BRI. Fasilitas ini sangat memudahkan proses transaksi harian karena pelanggan bisa membayar secara nontunai dengan cepat.
Keunggulan penggunaan layanan digital bagi operasional harian Zdrink :
- Proses transaksi dengan pelanggan menjadi jauh lebih praktis dan cepat berkat sistem pembayaran nontunai.
- Pencatatan data penjualan harian menjadi jauh lebih akurat dan mudah dipantau melalui aplikasi perbankan.
- Memudahkan integrasi dengan sistem manajemen keuangan usaha kecil secara lebih profesional.
- Meningkatkan kepercayaan konsumen karena menyediakan opsi pembayaran modern yang aman.
Pemanfaatan layanan perbankan digital ini telah membantu operasional bisnis menjadi lebih efisien dan modern. Hal ini selaras dengan upaya pemerintah dalam mendorong digitalisasi UMKM di seluruh pelosok Indonesia.
Tantangan dan Pertumbuhan Usaha
Meski kini mulai dikenal luas, perjalanan Zdrink tidak selalu berjalan mulus tanpa adanya rintangan. Salah satu tantangan yang pernah dihadapi adalah ketika produk mereka belum berhasil lolos dalam kurasi di beberapa ajang pameran UMKM.
Kegagalan dalam proses kurasi tersebut justru dijadikan sebagai bahan evaluasi dan motivasi untuk terus berbenah. Redi berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas standar produk cokelatnya agar bisa bersaing di level yang lebih tinggi.
Hingga akhir April 2026, platform LinkUMKM dari BRI telah digunakan oleh lebih dari 16,46 juta pelaku usaha di Indonesia. Platform ini berfungsi sebagai sarana pendampingan digital untuk membantu UMKM agar bisa naik kelas secara bertahap.
LinkUMKM menyediakan berbagai fitur terintegrasi yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan para pelaku usaha mikro dan kecil. Berikut adalah rincian fitur utama yang tersedia dalam layanan tersebut:
| Fitur Utama LinkUMKM | Kegunaan dan Manfaat bagi Pelaku Usaha |
|---|---|
| UMKM Smart & Coaching Clinic | Menyediakan sarana konsultasi dan modul pembelajaran soft skills maupun hard skills. |
| Rumah BUMN & Komunitas | Wadah untuk berjejaring dan mendapatkan pembinaan langsung dari para ahli di bidangnya. |
| Etalase Digital & Media | Sarana untuk mempromosikan produk secara luas guna memperluas jangkauan pasar. |
| Layanan Registrasi NIB | Membantu mempercepat proses legalitas usaha melalui pendaftaran Nomor Induk Berusaha. |
Tersedianya lebih dari 840 modul pembelajaran dalam platform tersebut membantu pelaku usaha memperkuat kapasitas manajerial mereka. BRI terus berusaha menghadirkan solusi yang menyeluruh bagi para nasabah setianya di sektor UMKM.
Komitmen BRI dalam Pemberdayaan
Corporate Secretary BRI, Dhanny, memberikan apresiasi atas perkembangan bisnis yang ditunjukkan oleh Zdrink. Ia menilai bahwa Zdrink adalah bukti nyata bagaimana ide bisnis sederhana bisa tumbuh menjadi usaha yang memiliki karakter kuat.
Dhanny menekankan bahwa konsistensi dalam menjaga cita rasa cokelat merupakan kunci utama bagi Zdrink untuk bertahan. Kemampuan mereka untuk beradaptasi dengan tren pemasaran digital juga menjadi modal penting dalam menghadapi persaingan bisnis.
Melalui platform LinkUMKM, BRI berjanji untuk terus memberikan dukungan pembelajaran dan pendampingan yang berkelanjutan. Tujuannya adalah agar lebih banyak pelaku UMKM lokal yang mampu tumbuh besar dan memiliki daya saing yang tinggi.
Pihak perbankan berharap kisah sukses Zdrink ini dapat memberikan inspirasi bagi para pelaku usaha lainnya untuk terus berinovasi. Sinergi antara perbankan dan UMKM menjadi pondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih inklusif.
BRI juga memastikan bahwa akses terhadap permodalan dan pelatihan akan tetap terbuka lebar bagi nasabah yang ingin maju. Dengan dukungan yang tepat, UMKM lokal diharapkan bisa menembus pasar global di masa depan.