Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi menghentikan sementara perdagangan saham tiga emiten, yakni PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC), PT Sinergi Megah Internusa Tbk (NUSA), dan PT Multisarana Intan Eduka Tbk (MSIE) sejak sesi satu perdagangan Selasa (5/5/2026).
Kebijakan suspensi tersebut diambil otoritas bursa sebagai respons atas terjadinya peningkatan harga saham kumulatif yang dinilai signifikan pada ketiga perusahaan tersebut. Langkah ini dilansir dari Money untuk menjaga keteraturan perdagangan di pasar modal.
Data BEI menunjukkan performa berbeda dari ketiga emiten tersebut, di mana saham ZINC tercatat mengalami koreksi 6,2 persen sejak awal tahun (ytd), sementara saham NUSA cenderung bergerak stagnan pada periode bulanan maupun tahunan.
Sebaliknya, saham MSIE justru mengalami lonjakan tajam sebesar 167,3 persen dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Penguatan saham tersebut tercatat mencapai angka 156,2 persen jika dihitung secara year to date.
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menjelaskan bahwa tindakan ini merupakan upaya pendinginan untuk melindungi kepentingan para investor di bursa.
"Penghentian sementara dilakukan untuk memberikan waktu kepada investor dalam mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada, untuk setiap pengambilan keputusan investasinya," ujar Yulianto dalam keterbukaan informasi.
Pihak otoritas bursa menekankan pentingnya bagi para pelaku pasar untuk senantiasa memperhatikan setiap informasi yang disampaikan oleh emiten terkait. Hal ini bertujuan agar keputusan transaksi yang diambil tetap didasarkan pada pertimbangan rasional.
"Ia menambahkan, para pelaku pasar diharapkan mencermati keterbukaan informasi yang disampaikan masing-masing perseroan sebelum mengambil keputusan investasi," tambah Yulianto.
Bersamaan dengan pengenaan suspensi tiga saham tersebut, BEI juga mengumumkan pembukaan kembali perdagangan saham PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA). Investor dapat kembali bertransaksi saham WBSA di pasar reguler dan pasar tunai mulai sesi satu pada Selasa (5/5/2026).