Pemprov DKI Jakarta Siapkan Beasiswa Anak Korban Kecelakaan Bekasi

Pemprov DKI Jakarta Siapkan Beasiswa Anak Korban Kecelakaan Bekasi
Foto: Ilustrasi Pemprov DKI Jakarta Siapkan Beasiswa Anak Korban Kecelakaan Bekasi.

Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno memastikan keberlanjutan pendidikan anak dari Nurlaela, guru ASN Pemprov DKI yang meninggal dalam kecelakaan kereta di Bekasi, melalui program beasiswa prioritas pada Kamis (30/4/2026). Langkah ini diambil guna menjamin masa depan keluarga yang ditinggalkan akibat insiden maut tersebut.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menempatkan sektor pendidikan sebagai fokus utama dalam penanganan dampak kecelakaan bagi keluarga korban. Dilansir dari Megapolitan, Dinas Pendidikan telah diinstruksikan untuk menyusun skema bantuan bagi ahli waris yang masih menempuh jenjang sekolah.

"Insya Allah itu nanti Dinas Pendidikan ada program itu (beasiswa). Kita pikirkan, pasti akan ada prioritaslah gitu loh," ujar Rano Karno, Wakil Gubernur Jakarta.

Pemberian bantuan ini merupakan bentuk perhatian jangka panjang pemerintah yang melampaui sekadar santunan tunai. Rano menegaskan bahwa percepatan distribusi bantuan dilakukan agar kebutuhan mendesak keluarga korban dapat segera terpenuhi di tengah situasi darurat.

"Hari ini jauh lebih cepat jauh lebih baik apabila santunan itu diberikan, karena tentu saja kebutuhan keluarga juga harus kita antisipasi," ujar Rano Karno, Wakil Gubernur Jakarta.

Selain rencana beasiswa, Pemprov DKI Jakarta telah menyalurkan santunan senilai Rp283 juta kepada keluarga Nurlaela. Dukungan finansial juga diberikan kepada keluarga Nurhayati, kader jumantik asal Kemayoran yang turut menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

"Untuk ibu Nurhayati (santunan) sebesar Rp42 juta dari BPJS Ketenagakerjaan dan Rp20 juta dari Baznas Bazis DKI," kata Rano Karno, Wakil Gubernur Jakarta.

Berdasarkan laporan kronologi, kecelakaan tragis ini melibatkan KRL jurusan Cikarang dan KA Argo Bromo Anggrek di emplasemen Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam pukul 20.52 WIB. Insiden dipicu oleh tabrakan KRL dengan satu unit taksi di pelintasan dekat palang pintu.

Data petugas mencatat total 16 orang meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut. Sementara itu, para korban luka saat ini masih mendapatkan perawatan intensif di berbagai rumah sakit, termasuk RSUD Bekasi, RS Bella, RS Primaya, hingga RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

Artikel terkait

Rekomendasi