PT Bank Central Asia Tbk (BCA) terus menambah jumlah kantor cabang fisik hingga mencapai 1.270 unit pada tahun 2025 guna meningkatkan pasar dan membangun kepercayaan nasabah di Indonesia.
Langkah ekspansi ini bertolak belakang dengan kondisi industri perbankan nasional yang mengalami pengurangan 632 kantor bank umum menjadi 23.538 jaringan pada Juni 2025, berdasarkan catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dilansir dari Investortrust.
Manajemen BCA menilai keberadaan layanan fisik secara langsung masih memegang peranan krusial bagi kenyamanan bertransaksi masyarakat.
ÔÇ£Di tengah pergerakan kondisi ke arah digital, BCA justru menganggap layanan fisik masih penting untuk nasabah. Human touch masih diperlukan dalam memberikan pelayanan yang berkualitas,ÔÇØ kata SVP Operation Strategy & Development BCA Setiady dalam keterangan yang diterima, Selasa (10/2/2026).
Pertumbuhan kuantitas kantor cabang emiten perbankan swasta terbesar ini tercatat konsisten dalam empat tahun terakhir, dari semula 1.242 kantor pada 2021.
ÔÇ£Kecenderungan masyarakat Indonesia masih mempercayakan sesuatu, terutama asetnya kepada institusi yang tampak secara fisik, sehingga kehadiran kantor cabang esensial untuk mendorong kepercayaan nasabah. Selain itu, masyarakat yang membutuhkan transaksi dalam jumlah besar dapat dengan nyaman bertransaksi langsung melalui frontliner kami di kantor,ÔÇØ ujar Setiady.
Berdasarkan data perusahaan, frekuensi transaksi digital di BCA saat ini sudah mendominasi hingga 99,8 persen, sedangkan kantor cabang hanya berkontribusi sebesar 0,2 persen. Kendati demikian, dari sisi nominal atau nilai transaksi, kantor cabang fisik masih memproses porsi yang besar yaitu lebih dari 30 persen.
Pertemuan langsung dengan petugas bank masih diminati oleh nasabah untuk menyelesaikan keperluan yang bersifat kompleks.
ÔÇ£Masih banyak wilayah di Indonesia Timur yang belum terjangkau oleh BCA. Bila ingin memperluas pasar, salah satu yang dapat dilakukan BCA adalah dengan mendirikan cabang-cabang baru supaya jumlah nasabah BCA yang saat ini hampir mencapai 40 juta dapat ditingkatkan,ÔÇØ ujar Setiady.
Strategi penambahan cabang ini berjalan beriringan dengan peningkatan jumlah ATM BCA di seluruh Indonesia yang kini telah mencapai lebih dari 20.000 mesin dari sebelumnya 18.034 unit pada 2021. Transformasi digital juga telah diterapkan pada operasional kantor cabang sejak 2018 melalui penyediaan mesin pintar seperti CS Digital, eService, eBranch, hingga STAR Teller.
Pihak manajemen memastikan efisiensi lewat integrasi aplikasi digital ini tidak memicu pemutusan hubungan kerja terhadap karyawan internal.
"Dengan model seperti ini, karyawan di kantor cabang pun memiliki waktu yang lebih banyak untuk menjalin hubungan dengan nasabah dan memberikan pelayanan yang lebih personal. Transformasi cabang digital dan peningkatan relationship dengan nasabah akan menjadi dua pilar utama dalam pengembangan layanan BCA di kantor cabang,ÔÇØ kata Setiady.