PT Bayu Buana Tbk (BAYU) menjadwalkan pembagian dividen tunai tahun buku 2025 dengan total nilai mencapai Rp 35,32 miliar atau sebesar Rp 100 per saham pada Selasa (19/5/2026).
Keputusan pemisahan keuntungan ini menetapkan tanggal pencatatan dividen (cum date) di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada hari ini, seperti dilansir dari Investor Daily. Langkah korporasi tersebut dilakukan setelah perseroan mencatatkan kinerja keuangan yang positif sepanjang tahun fiskal sebelumnya.
Emiten biro perjalanan ini mengalokasikan sekitar 33 persen rasio pembayaran (payout dividend) dari total perolehan laba bersih tahun buku 2025. Sepanjang periode tersebut, perusahaan berhasil membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 105,45 miliar.
Penetapan nilai dividen ini menghasilkan potensi imbal hasil (yield) dividen sekitar 7,49 persen, jika mengacu pada harga penutupan saham BAYU pada perdagangan Senin (18/5/2026) kemarin. Pada perdagangan tersebut, saham BAYU mengalami penurunan tipis 0,37 persen ke level Rp 1.335 per lembar, sementara pergerakan dalam satu bulan terakhir mencatatkan koreksi sebesar 3,26 persen.
Kondisi fundamental perseroan menunjukkan angka penilaian yang cukup kompetitif dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp 472 miliar. Rasio harga terhadap nilai buku (PBV) perusahaan tercatat sebesar 0,83 kali, sedangkan rasio harga terhadap pendapatan (PER) berada pada posisi 4,82 kali untuk estimasi dua belas bulan terakhir (TTM).
Setelah melewati masa cum date hari ini, perdagangan saham akan memasuki masa ex date dividen pada Rabu (20/5/2026) besok. Kriteria pemegang saham yang memiliki hak untuk menerima distribusi keuntungan akan didata pada Kamis (21/5/2026) hingga pukul 16.00 WIB, sebelum pembayaran final ditransfer secara resmi pada tanggal 10 Juni.