PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan Green Era Energy Pte Ltd resmi melepas jutaan lembar saham di PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) pada Rabu (22/4/2026). Langkah strategis di Jakarta ini diambil untuk meningkatkan likuiditas pasar serta free float saham menyusul kebijakan pengetatan indeks global dan domestik.
Dilansir dari Investortrust, pelepasan kepemilikan tersebut dipicu oleh pengumuman MSCI Inc. dan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mengeksklusi saham berkonsentrasi tinggi dari indeks utama. Hal ini membuat BRPT mendivestasi 30,40 juta saham senilai Rp251,38 miliar, sementara Green Era Energy menjual 350 million saham senilai Rp1,57 triliun.
Aksi korporasi ini bertujuan mengubah struktur kepemilikan saham BREN yang sebelumnya sangat terkonsentrasi sebesar 97,31 persen pada beberapa pemegang saham pengendali. Para pengendali berupaya mendorong porsi kepemilikan publik melewati ambang batas 10 persen agar kembali memenuhi syarat masuk indeks utama.
"to increase the free float and liquidity of BREN's outstanding shares in the market." kata manajemen dalam keterbukaan informasi bursa.
Dampak pengetatan indeks ini memicu tekanan jual masif yang membuat harga saham BREN merosot lebih dari 18 persen ke level Rp5.075 pada Kamis (23/4/2026). Penurunan tajam ini turut menyeret Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jeblok hingga 80 poin atau 1,09 persen ke bawah level psikologis 7.500 pada sesi perdagangan intra-hari.
Sentimen negatif akibat eksklusi daftar konsentrasi pemegang saham tinggi (HSC) juga menimpa PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang melemah 6,37 persen ke Rp2,350. Di sisi lain, kinerja fundamental BREN tetap mencatatkan pertumbuhan positif dengan laba bersih tahun 2025 naik 6,5 persen mencapai 165 juta dolar AS yang ditopang stabilitas produksi panas bumi.