Barikade beton yang terpasang di sisi kanan gerbang Gedung DPR RI kini memiliki fungsi ganda di tengah peringatan Hari Buruh Internasional. Seperti dilansir dari Megapolitan, pembatas fisik tersebut berubah menjadi sarana ekspresi bagi massa aksi yang berkumpul pada Jumat, 1 Mei 2026.
Permukaan beton yang semula polos kini dipenuhi berbagai tulisan sebagai bentuk protes yang lebih spontan dan tajam. Pesan-pesan yang ditinggalkan massa mencakup berbagai spektrum emosi, mulai dari kritik terhadap institusi hingga seruan solidaritas global.
Beberapa kode yang dikenal dalam budaya protes dunia seperti ÔÇ£1312ÔÇØ dan ÔÇ£ACABÔÇØ terlihat mencolok di badan beton. Selain itu, muncul pula pesan yang membawa nilai universal untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat sipil dan kelas pekerja.
Coretan di barikade tersebut seolah menjadi arsip yang mencatat keragaman tuntutan para buruh. Selain isu lokal, massa juga menyuarakan dukungan internasional melalui tulisan ÔÇ£Free PalestineÔÇØ yang bersanding dengan ucapan selamat Hari Buruh.
Kawasan parlemen sendiri telah dipadati sejak pagi hari oleh berbagai elemen organisasi pekerja. Kelompok yang hadir di antaranya adalah Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA), KASBI, Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI), hingga Solidaritas Perempuan.
Para peserta aksi tampak berjejer di pinggir jalan dengan membawa bendera serta berbagai poster tuntutan. Isu yang disuarakan sangat beragam, mulai dari perlindungan buruh migran perempuan hingga keadilan di sektor maritim.
Suara dari Mobil Komando
Di bawah sengatan matahari, orator dari mobil komando terus menyuarakan orasi untuk membakar semangat massa. Seruan mengenai perlindungan hak-hak buruh terus bergema di sepanjang area demonstrasi secara bergantian.
ÔÇ£Hari ini adalah hari perjuangan kelas pekerja. Hak buruh harus dilindungi, bukan dikorbankan!ÔÇØ ujar seorang orator.
Massa aksi juga secara konsisten meneriakkan yel-yel perjuangan pekerja untuk menjaga ritme barisan. Fokus utama demonstrasi kali ini mencakup upah layak, jaminan kerja, hingga kritik terhadap pendekatan keamanan negara.
Petugas kepolisian melakukan pengawalan ketat di sejumlah titik strategis di sekitar lokasi kejadian. Meskipun penjagaan terlihat sangat rapat, penyampaian aspirasi sejauh ini berlangsung tertib tanpa adanya bentrokan fisik antara massa dan aparat.
Nias (28), salah satu peserta dari SBMI, menyebut bahwa coretan pada barikade beton merupakan cara alternatif dalam menyalurkan kegelisahan. Baginya, tulisan-tulisan tersebut merepresentasikan harapan agar pemerintah lebih serius melindungi buruh, khususnya perempuan.
ÔÇ£Itu suara kita, suara buruh,ÔÇØ tutur Nias.
Memasuki waktu siang sekitar pukul 12.00 WIB, intensitas aksi cenderung menurun untuk sementara waktu. Massa memilih untuk menepi guna beristirahat, makan, serta melaksanakan ibadah salat Jumat di sekitar lokasi aksi.