Unit 1 Satresmob Bareskrim Polri meringkus lima orang yang diduga tergabung dalam jaringan peredaran uang palsu dolar Amerika Serikat (USD) di wilayah Banten pada 1 April 2026. Penangkapan ini dilakukan sebagai upaya menekan ancaman peredaran mata uang asing palsu di masyarakat.
Dilansir dari Kompas, pihak kepolisian berhasil mengamankan sejumlah barang bukti dalam pengungkapan kasus tersebut. Barang bukti yang disita meliputi 874 lembar uang palsu dengan nominal pecahan 100 dolar AS, tiga buah telepon genggam, serta tiga buah dompet.
Para tersangka kini terancam hukuman pidana karena disangkakan melanggar Pasal 374 KUHP dan/atau Pasal 375 ayat (1) dan/atau ayat (2) KUHP. Aturan tersebut secara spesifik mengatur mengenai tindak pidana peredaran uang palsu di wilayah hukum Indonesia.
Guna menghindari kerugian masyarakat, identifikasi keaslian uang dolar AS dapat dilakukan melalui pengecekan kualitas kertas. Mengutip laman US Currency, dolar AS asli menggunakan bahan campuran katun dan linen yang menciptakan tekstur kokoh, berserat, dan tidak licin saat disentuh.
Berbeda dengan bahan asli, uang palsu cenderung menggunakan kertas berkualitas rendah yang memiliki tekstur lebih lembut atau licin. Metode verifikasi selanjutnya adalah menggunakan cahaya untuk menerawang watermark atau gambar samar tokoh, seperti Benjamin Franklin pada pecahan 100 dolar AS.
Ciri visual lainnya terdapat pada cetakan timbul yang terasa kasar saat diraba, terutama pada bagian potret tokoh dan angka nominal besar. Hal ini berbeda dengan uang palsu yang permukaannya datar karena dicetak tanpa menggunakan teknik cetak khusus.
Keamanan uang dolar juga diperkuat dengan benang pengaman (security thread) yang tertanam vertikal di dalam kertas. Khusus pecahan 100 dolar AS, benang tersebut berada di sisi kiri potret dan akan memancarkan cahaya merah muda jika terpapar sinar ultraviolet.
"USA 100" merupakan teks yang tertanam pada benang pengaman tersebut dan dapat dibaca dari kedua sisi uang. Selain itu, terdapat pita biru 3D di bagian depan yang menampilkan gambar lonceng serta angka 100 yang tampak bergerak ketika uang digerakkan.
"100" yang terletak di pojok kanan bawah juga memiliki fitur perubahan warna dari tembaga menjadi hijau jika dilihat dari sudut pandang berbeda. Fitur optik ini menjadi salah satu elemen keamanan utama yang paling sulit dipalsukan oleh pelaku kejahatan.