Bank Woori Saudara Ubah Manajemen untuk Pacu Transformasi Bisnis

Bank Woori Saudara Ubah Manajemen untuk Pacu Transformasi Bisnis
Foto: Ilustrasi Bank Woori Saudara Ubah Manajemen untuk Pacu Transformasi Bisnis.

PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (BWS) menetapkan fokus transformasi bisnis baru setelah memperkuat jajaran manajemen perseroan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta pada Selasa (26/5/2026).

Langkah strategis ini diambil sebagai upaya untuk memastikan arah bisnis perseroan berjalan lebih terarah, hati-hati, dan berkelanjutan, dilansir dari Keuangan. Target utama dari perubahan ini adalah mendorong perbaikan kinerja secara keseluruhan.

Manajemen baru memfokuskan strategi masa depan pada empat prioritas utama, termasuk penguatan bisnis inti melalui pertumbuhan kredit selektif dan struktur pendanaan lewat peningkatan dana murah (CASA). Hingga Maret 2026, giro BWS tercatat sebesar Rp 3,61 triliun dan tabungan mencapai Rp 4,16 triliun.

Direktur BWS, Moon Sungwon menjelaskan bahwa restrukturisasi pengurus ini diharapkan mampu mengoptimalkan eksekusi strategi perusahaan di tengah tantangan industri perbankan saat ini.

"Perubahan manajemen ini diharapkan dapat memperkuat eksekusi strategi perseroan, khususnya dalam mendorong perbaikan kinerja setelah tahun 2025 yang penuh tantangan," ujar Moon Sungwon.

Selain fokus pada kredit berkualitas, perseroan berkomitmen menjaga kualitas aset melalui peningkatan monitoring, penguatan analisis, serta optimalisasi penyelesaian kredit bermasalah.

"Penguatan CASA menjadi salah satu agenda paling penting untuk mendukung efisiensi biaya dana dan likuiditas yang lebih sehat," kata Moon Sungwon.

Langkah pengawasan ketat tersebut dinilai krusial agar pertumbuhan portofolio kredit ke depan tetap sehat tanpa mengorbankan kualitas aset.

"BWS akan terus meningkatkan monitoring kredit, memperkuat proses analisa kredit dan mengoptimalkan penyelesaian kredit bermasalah," ujar Moon Sungwon.

Akselerasi layanan digital banking juga menjadi prioritas keempat untuk memperluas akses nasabah, akuisisi dana murah, dan meningkatkan pendapatan berbasis komisi (fee based income).

"Digitalisasi akan diarahkan untuk meningkatkan kualitas layanan, memperluas akses nasabah, memperkuat akuisisi dana murah, serta membuka peluang peningkatan fee based income," tutur Moon Sungwon.

Perombakan manajemen yang disetujui pemegang saham menetapkan Arief Budiman tetap sebagai Presiden Komisaris. Komisaris lainnya diisi oleh Ahmad Fajarprana, Tippy Joesoef, Yudi Permana, dan Kim Ki Joo.

Sementara itu, jajaran direksi dipimpin oleh Han Chang Sik selaku Presiden Direktur. Posisi direktur diisi oleh Kim Wook Bae, Moon Sungwon, Ricko Irwanto, Dandy Indrawardhana Pandi, Felix Aristo Ardian, dan Adityo Kristianto.

Artikel terkait

Rekomendasi