Bank Sampoerna Salurkan Kredit UMKM Sebelas Triliun Rupiah

Bank Sampoerna Salurkan Kredit UMKM Sebelas Triliun Rupiah
Foto: Ilustrasi Bank Sampoerna Salurkan Kredit UMKM Sebelas Triliun Rupiah.

PT Bank Sahabat Sampoerna memfokuskan penyaluran kredit ke sektor usaha mikro, kecil, dan menengah di Jakarta hingga akhir Maret 2026 demi memperkuat fundamental bisnis perseroan. Alokasi pembiayaan tersebut ditopang oleh penguatan dana pihak ketiga serta ekspansi pada lini layanan digital.

Kinerja intermediasi perseroan tercatat positif sebagaimana dilansir dari Keuangan, di mana porsi kredit untuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah mencapai 59 persen dari total portofolio pembiayaan sebesar Rp11 triliun. Pada periode yang sama, perseroan membukukan laba bersih senilai Rp8 miliar atau mengalami pertumbuhan sebesar 67,9 persen secara tahunan, sementara dana pihak ketiga yang dihimpun menyentuh angka Rp15 triliun.

Pertumbuhan pada sektor penghimpunan dana tersebut dipicu oleh peningkatan dana murah, dengan rincian giro perusahaan naik menjadi Rp2,01 triliun dan tabungan meningkat ke posisi Rp1,43 triliun. Selain itu, rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional membaik menjadi 96,33 persen, rasio kredit bermasalah bersih terjaga pada level 2,70 persen, rasio kecukupan modal berada di angka 30,03 persen, loan to deposit ratio sebesar 73,27 persen, dan total aset mencapai Rp19,5 triliun.

Direktur Finance & Business Planning Bank Sahabat Sampoerna Henky Suryaputra menjelaskan bahwa peningkatan dana pihak ketiga menjadi modal utama dalam mendukung ekspansi, khususnya untuk pembiayaan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah.

"Pertumbuhan bisnis tetap menjadi fokus Bank Sampoerna dalam menghadapi dinamika industri perbankan. Karena itu, efisiensi operasional dan pengelolaan risiko yang disiplin terus kami jaga untuk memperkuat fundamental bank," ujar Henky dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (22/5/2026).

Manajemen perseroan kemudian memperluas jangkauan operasional melalui penguatan sistem layanan digital lewat skema Bank as a Service. Layanan digital tersebut berhasil mencatatkan volume transaksi sebesar Rp98 triliun dari total lebih dari 495 juta transaksi sepanjang kuartal pertama tahun ini.

"Pertumbuhan ini menjadi bukti kuat kolaborasi yang erat antara Bank Sampoerna dan lebih dari 50 fintech, perusahaan multifinance, koperasi, dan institusi keuangan lainnya," kata CEO Bank Sampoerna Ali Yong.

Langkah strategis perbankan selanjutnya dijalankan melalui pelaksanaan program literasi serta inklusi keuangan lewat gelaran SampoernaFest. Eksistensi bisnis perseroan juga diperkuat dengan pembaruan fitur pada aplikasi Sampoerna Mobile Banking yang kini menyediakan opsi pengisian saldo dompet elektronik, sistem pembayaran QRIS, hingga pembukaan deposito secara daring.

Artikel terkait

Rekomendasi