Bank Raya Fokus Garap Bisnis Digital Lewat Ekosistem BRI Group

Bank Raya Fokus Garap Bisnis Digital Lewat Ekosistem BRI Group
Foto: Ilustrasi Bank Raya Fokus Garap Bisnis Digital Lewat Ekosistem BRI Group.

PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) memperkuat transformasi digital dan pertumbuhan bisnis berkelanjutan dengan mengoptimalkan sinergi di dalam ekosistem BRI Group, dilansir dari Investortrust. Langkah ini didukung inovasi Aplikasi Raya pada aspek penyaluran kredit maupun penghimpunan dana pihak ketiga.

Bank Raya mengambil peran sebagai digital attacker BRI Group untuk percepatan ekonomi digital di Indonesia. Direktur Utama Bank Raya, Ida Bagus Ketut Subagia mengatakan, pertumbuhan ini mencerminkan fokus perusahaan pada strategi pertumbuhan bisnis digital berkualitas.

"Di tengah dinamika global, kami selalu berupaya menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan penguatan fundamental sebagai bukti keberhasilan kami bertransformasi menjadi bank digital," ujar Ida Bagus dalam keterangan resmi, Selasa (17/3/2026).

Pada tahun 2025, Bank Raya menyalurkan kredit digital sebesar Rp 28,75 triliun atau tumbuh 39,8% year on year (yoy). Outstanding kredit digital melesat 33,9% yoy menjadi Rp 3,07 triliun, yang menopang total kredit hingga Rp 7,72 triliun atau tumbuh 8,3% yoy.

Kenaikan ini mendorong pendapatan bunga Bank Raya tahun 2025 sebesar 14,0% yoy menjadi Rp 1,19 triliun dibanding tahun 2024 yang senilai Rp 1,05 triliun. Porsi kredit digital mencapai 39,8% dari total kredit, naik dari 32,1% pada akhir 2024.

Dari sisi simpanan, digital saving tumbuh 66,7% yoy menjadi Rp 2,20 triliun. Transaksi Aplikasi Raya naik 16,3% yoy mencapai 4,7 juta transaksi. Rasio CASA tahun 2025 tercatat sebesar 33,62%, meningkat dari tahun 2024 yang sebesar 27,50%.

Hingga akhir Desember 2025, Bank Raya telah menghadirkan lebih dari 111 fitur pada Aplikasi Raya. Perseroan juga mendorong perluasan adopsi aplikasi melalui langkah literasi keuangan dan promo menarik.

"Sehingga, brand awareness Bank Raya terus meningkat," kata Bagus.

Inovasi teknologi yang dikembangkan meliputi fitur Saku untuk kemudahan pengelolaan keuangan. Bank Raya juga menghadirkan Fitur Uang Saku untuk memantau keuangan anak, serta Kartu Digital Debit Visa pada akhir 2025 untuk transaksi online domestik dan internasional.

Pengembangan lain berupa fitur Tagih Uang sebagai pembaruan Saku Bareng untuk pengelolaan uang komunitas hingga 300 orang. Ada pula integrasi Saku Bisnis yang menyediakan QRIS Bisnis dan fitur Kasir untuk pelaku usaha.

Akses nasabah dipermudah lewat layanan setor dan tarik tunai di ATM BRI, Agen BRILink, serta jaringan Indomaret. Pada segmen digital lending, ekspansi didorong melalui Raya Paylater, Pinang Flexi, Pinang Dana Talangan, dan Pinang Maksima.

Pada akhir tahun 2025, outstanding Pinang Flexi naik 20,5% yoy menjadi Rp 1,03 triliun. Pinang Dana Talangan tumbuh 52,9% yoy menjadi Rp 1,08 triliun, dan Pinang Maxima naik 71,53% yoy menjadi Rp 880 miliar.

Sinergi ekosistem BRI dioptimalkan melalui Agen BRILink dan Agen Gadai. Kolaborasi juga diperluas dengan Perhutani, Mekari Talenta, APP Group, Mitra SRC, DPLK BRI untuk fitur BRIFine, YBM BRiLiaN, serta ekosistem fintech lainnya.

Perbaikan Kualitas Kredit Legacy

Bank Raya melakukan perbaikan kualitas debitur legacy yang portofolionya akan diturunkan bertahap melalui pembentukan cadangan. Hal ini memicu perlambatan kinerja keuangan tahun 2025, namun porsi bisnis digital tetap diperkuat hingga mencapai 39,8%.

Rasio likuiditas tetap terjaga aman dengan LDR sebesar 80,83%, Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) 84,41%, LCR 474,93%, dan NSFR 171,98%. Dari sisi permodalan, rasio Total CAR tercatat 40,25% dan rasio Tier 1 CAR sebesar 39,30%.

"Komitmen kami untuk melakukan perbaikan pada debitur legacy dilakukan agar bank dapat bertumbuh lebih sehat secara jangka panjang. Dengan dukungan dari BRI dan strategi kami untuk terus bersinergi melalui strategi eksploitasi dan eksplorasi di ekosistem BRI Group, kami optimis dapat terus melanjutkan tren positif ini melalui pertumbuhan bisnis yang berkualitas dan efisiensi yang berkesinambungan," kata Bagus.

Pada Februari 2026, Bank Raya membukukan laba bersih sebesar Rp 5,11 milar. Pendapatan bunga tercatat sebesar Rp 194 miliar yang dikontribusi dari pertumbuhan positif sektor digital lending.

Artikel terkait

Rekomendasi