Bank Oke Indonesia Targetkan Kredit Tumbuh 9,5 Persen pada 2026

Bank Oke Indonesia Targetkan Kredit Tumbuh 9,5 Persen pada 2026
Foto: Ilustrasi Bank Oke Indonesia Targetkan Kredit Tumbuh 9,5 Persen pada 2026.

PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) atau OK Bank mencanangkan strategi penguatan aset sebagai fondasi untuk mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Langkah ini diambil sekaligus untuk mendongkrak profitabilitas serta memperkokoh struktur liabilitas dan pendanaan pada 2026.

Seperti dilansir dari Investortrust, Wakil Direktur Utama Bank Oke Indonesia, Hendra Lie menerangkan bahwa strategi penguatan aset bakal difokuskan pada peningkatan kualitas portofolio debitur. Selain itu, ekspansi selektif pada segmen kredit ritel dan korporasi serta diversifikasi produk juga menjadi prioritas.

Secara spesifik, OK Bank menetapkan target pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 9,5%. Hendra Lie membandingkan sasaran tersebut dengan proyeksi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mematok pertumbuhan kredit nasional di kisaran 10% hingga 12%.

"Rasa-rasanya OK Bank tidak terlalu buruk juga," imbuh Hendra dalam paparan publik di Kantor Pusat Bank OK Indonesia, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Berdasarkan data internal per April, realisasi total kredit yang sudah dikucurkan perseroan menembus Rp10,23 triliun. Manajemen optimistis mampu menggenjot penyaluran kredit hingga melewati angka Rp11 triliun karena target itu dinilai cukup realistis.

"Pertumbuhan kredit ini memang tidak terlalu optimistis sekali karena size kami angkanya tidak ratusan triliun ya," sambung Hendra.

Guna menjamin kualitas aset yang disalurkan, manajemen berkomitmen untuk menekan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) di bawah level 1,5%. Pada 2025 lalu, OK Bank berhasil menjaga rasio NPL berada di angka 1,22%.

Saat ini, mayoritas portofolio pinjaman OK Bank didominasi oleh sektor korporasi dan institusi keuangan dengan porsi mencapai 69%. Segmen ini mencakup sejumlah perusahaan besar asal Jepang dan Korea, sementara nasabah ritel berkontribusi sebesar 9,05% terhadap total portofolio tahun lalu.

"Target kami adalah 100 grup company besar di Indonesia, industrinya banyak sekali. Kami masih akan fokus ke depannya seperti corporate dan lakukan sindikasi loan," tutur Hendra.

Terkait pengembangan jaringan operasional, OK Bank berencana melebarkan sayap ke luar pulau Jawa, dengan menetapkan Kota Medan sebagai salah satu lokasi prioritas di Sumatra. Di sisi lain, proses konsolidasi akan diterapkan pada beberapa kantor cabang di wilayah Jakarta sebagai bagian dari efisiensi bisnis.

"Kami akan mengoptimalkan jaringan secara strategis, memperkuat manajemen risiko, serta meningkatkan efisiensi operasional," tegasnya.

Untuk memacu profitabilitas, perseroan bakal mengandalkan program transformasi digital, efisiensi operasional, serta pengembangan layanan berbasis teknologi terbaru.

Pada aspek pendanaan, OK Bank berupaya memperkuat fitur serta layanan pada produk giro dan tabungan. Strategi ini dibarengi dengan pengembangan program pendanaan jangka menengah berbunga kompetitif guna menjaga stabilitas dana pihak ketiga (DPK) dan meningkatkan loyalitas nasabah.

Selain itu, OK Bank mengambil peran sebagai sub-mitra distribusi dalam pemasaran produk Surat Berharga Negara (SBN) ritel yang diterbitkan oleh pemerintah. Langkah ini dilakukan untuk memperluas alternatif instrumen investasi bagi nasabah sekaligus mendukung pendalaman pasar keuangan di dalam negeri.

Perseroan juga memperkuat layanan payroll untuk mendongkrak volume transaksi harian dan memperluas basis nasabah. Upaya ini diharapkan membuka peluang pengembangan produk perbankan lainnya secara berkesinambungan.

"Seluruh upaya ini diarahkan untuk memperkuat fondasi keuangan dan mendorong pertumbuhan yang stabil dan sehat. Langkah-langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas keuangan sekaligus meningkatkan kinerja bank secara berkesinambungan," pungkas Hendra.

Artikel terkait

Rekomendasi