PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) optimistis mampu mencatat pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan sepanjang tahun 2026. Sikap optimis ini tetap dipertahankan meskipun perseroan harus menghadapi dinamika serta ketidakpastian global yang masih terus berlangsung.
Dilansir dari Investortrust, Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengungkapkan bahwa kinerja bisnis perusahaan diperkirakan akan tumbuh sejalan dengan perkembangan industri. Perseroan bakal berfokus pada sektor prospektif yang resilien dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
ÔÇ£Tahun ini tentunya kami memproyeksikan ekspansi bisnis juga tetap tumbuh secara berkelanjutan, dan kredit kami proyeksikan tumbuh sejalan dengan pertumbuhan industri,ÔÇØ ujarnya.
Novita Widya Anggraini menambahkan bahwa Bank Mandiri terus memperkuat perannya dalam mendukung ekonomi kerakyatan. Langkah ini dilakukan melalui akselerasi pembiayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta dukungan terhadap agenda strategis pemerintah, termasuk penguatan sektor produktif dan pembangunan nasional.
ÔÇ£Langkah ini juga merupakan bagian dari komitmen Bank Mandiri dalam menjalankan peran sebagai agent of development bagi perekonomian nasional,ÔÇØ katanya.
Pada aspek pendanaan, emiten berkode saham BMRI ini membidik pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang lebih tinggi daripada pertumbuhan kredit. Strategi tersebut difokuskan pada peningkatan porsi dana murah atau current account and saving account (CASA) demi menjaga efisiensi struktur pendanaan.
Langkah ini juga diambil untuk memastikan likuiditas tetap terjaga. Selain itu, Bank Mandiri berkomitmen menjaga rasio pinjaman terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) berada pada level yang sehat.
Sementara itu, net interest margin (NIM) dari sisi profitabilitas diperkirakan tetap stabil. Target tersebut akan dicapai melalui penguatan ekosistem, akselerasi transaksi, serta optimalisasi portofolio mix yang diharapkan mampu menjaga yield of loan sekaligus menekan cost of fund secara optimal.
ÔÇ£Kontribusi fee based income juga kami melihat sebagai salah satu faktor pendapatan yang akan terus didorong sebagai salah satu sumber pertumbuhan terutama yang sifatnya recurring income,ÔÇØ ucap Novita.
ÔÇ£Yang juga diperkuat oleh kapabilitas digital melalui aplikasi Livin by Mandiri dan juga Kopra by Mandiri, serta peningkatan aktivitas dan juga transaksi nasabah di seluruh ekosistem Bank Mandiri,ÔÇØ sambungnya.
Bank Mandiri berhasil membukukan kinerja yang solid hingga Maret 2026 di tengah situasi global yang tidak menentu. Laba konsolidasi perusahaan tumbuh sebesar 16,56% secara year on year (yoy) menjadi Rp 15,4 triliun.
Hasil positif tersebut diimbangi dengan kualitas aset yang terjaga, di mana rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) bank only berada di level 0,98% dan cost of credit sebesar 0,48%. Di sisi lain, coverage ratio perusahaan tetap kuat pada angka 245%.
ÔÇ£Kemudian, CAR (capital adequacy ratio) tetap kuat di 19,7% dan ROE (return on equity) di 20,1%,ÔÇØ ujar Novita.