Akses jalan di kawasan Outer Ring Road, Kembangan, Jakarta Barat, masih terendam banjir sejak Senin malam hingga Selasa sore, 5 Mei 2026. Genangan air dengan ketinggian mencapai 30 hingga 40 sentimeter terpantau masih menutupi persimpangan Puri Kembangan seperti dilansir dari Megapolitan.
Kondisi ini sempat melumpuhkan akses transportasi dan menyulitkan para pengendara yang melintas sejak pukul 22.00 WIB malam sebelumnya. Meski pintu keluar tol JORR Meruya mulai dibuka kembali pada Selasa sore karena air mulai surut, jalur menuju Ciledug di Jalan Kembangan Selatan tetap sulit dilewati.
Banyak kendaraan roda dua yang mengalami mati mesin atau mogok saat mencoba menerjang titik banjir terparah. Sejumlah remaja di sekitar lokasi memanfaatkan situasi ini dengan menawarkan jasa angkut sepeda motor bagi pengendara yang terjebak di tengah genangan.
Salah seorang pekerja asal Kalideres bernama Hanif harus mendorong sepeda motor matic miliknya yang mati total setelah mencoba melintasi persimpangan tersebut. Ia mengaku khawatir karena motor yang digunakan untuk mencari nafkah itu tidak kunjung dapat dihidupkan kembali.
"Dari kemarin banjir terus di sini, enggak jelas, sebelumnya aman sih, baru ini tapi motor saya mogok enggak tahu kenapa," kata Hanif.
Hanif menambahkan bahwa ia terpaksa memanggil mekanik bengkel langganannya karena bantuan dari pengemudi ojek daring di lokasi tidak membuahkan hasil. Ia merasa kesal karena harus mengeluarkan biaya tambahan untuk perbaikan kendaraan.
"Ya sekitar Rp 100.000 atau Rp 200.000 kalau rusak kan lumayan juga keluarnya, saya mending kasih buat Istri bisa belanja buat anak juga," kata dia.
Tuntutan Evaluasi Kepada Pemerintah Daerah
Para pengguna jalan mendesak Pemerintah Kota Jakarta Barat untuk segera membenahi sistem drainase di kawasan tersebut. Hal ini dikarenakan kerugian yang dialami masyarakat tidak hanya berupa materi, tetapi juga waktu produktif yang terbuang akibat kemacetan parah.
"Enggak cuma motor kan yang rumahnya kebanjiran semuanya juga kena kerugian, harusnya ada perhatian pemerintah, minimal minta maaf (Pemkot Jakbar) atau kalau bisa ganti rugi kan gitu, namanya kita warga bayar pajak," ucap Hanif.
Senada dengan Hanif, seorang warga bernama Fayadh mengungkapkan bahwa kawasan lampu merah Puri Kembangan sudah berulang kali terendam banjir sepanjang tahun 2026. Ia mencatat setidaknya sudah lima kali lalu lintas lumpuh total di lokasi yang sama.
"Sudah sering banget (banjir), ini saja dari semalam belum kering. Dari awal tahun juga berapa kali tuh, lima (kali) kayaknya ada. Sampai enggak bisa lewat," ucap Fayadh.
Fayadh juga mengenang momen pada Februari 2026 lalu ketika dirinya terpaksa menginap di rumah rekan karena terjebak banjir hingga tengah malam. Ia menekankan perlunya langkah nyata dari pemerintah mengingat lokasi banjir sangat dekat dengan pusat perkantoran administratif.
"Harusnya mah bisa dibenahi kalau serius, jangan cuma disedot tapi dari awal. Minimal kalau banjir tuh sebentar saja terus mengalir deh, jangan sampai sore begini masih banjir, kasihan yang pada kerja," tuturnya.
Upaya Penanganan di Lokasi Kejadian
Hingga Selasa sore pukul 15.40 WIB, titik terdalam banjir masih bertahan di angka 40 sentimeter di ruas Jalan Kembangan Selatan. Kendaraan roda empat dilaporkan masih bisa melintas meski harus melambat, sementara titik putaran balik di depan Pos Lantas Polsek Kembangan mulai berangsur kering.
Petugas dari Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Barat masih bersiaga di lokasi dengan mengoperasikan pompa penyedot air. Personel gabungan dari kepolisian, Dinas Perhubungan, serta BPBD DKI Jakarta juga diterjunkan untuk mengatur arus lalu lintas yang semrawut di sepanjang Jalan Kembangan Raya hingga Outer Ring Road.