Banjir Jembatan Penghubung Depok-Tangsel Surut dan Bisa Dilalui

Banjir Jembatan Penghubung Depok-Tangsel Surut dan Bisa Dilalui
Foto: Ilustrasi Banjir Jembatan Penghubung Depok-Tangsel Surut dan Bisa Dilalui.

Akses lalu lintas di Jembatan perbatasan Depok-Tangerang Selatan (Tangsel) yang menghubungkan wilayah Pondok Cabe dan Cinere telah kembali normal pada Senin (20/4/2026) pagi. Sebelumnya, jalur utama tersebut sempat terputus total akibat rendaman banjir yang dipicu luapan aliran Kali Pesanggrahan.

Pemulihan kondisi jalur tersebut dikonfirmasi oleh pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangerang Selatan setelah debit air yang menutupi badan jalan mulai menurun secara signifikan. Dilansir dari Megapolitan, sarana transportasi ini kini sudah aman untuk melintas.

"Kondisi saat ini sudah surut dan sudah bisa dilalui kendaraan," ujar Penata Pelayanan Operasional BPBD Tangsel, Dian Wiryawan.

Meskipun air telah menyurut dari permukaan aspal, para pengguna jalan dihimbau untuk tetap waspada dan meningkatkan kehati-hatian. Langkah ini diperlukan mengingat volume air di aliran kali yang berada di bawah jembatan terpantau masih dalam posisi tinggi.

Banjir yang sempat melumpuhkan aktivitas warga ini disebabkan oleh meluapnya air dari aliran sungai utama di wilayah tersebut yang masuk ke area jalan raya. Dampaknya sempat menutup akses penghubung antar dua wilayah administratif.

"Kali Pesanggrahan dan merendam akses jembatan yang menghubungkan Pondok Cabe dengan Cinere, Depok," kata Dian.

Insiden tersebut sempat menyisakan kejadian dramatis ketika satu unit kendaraan roda empat terjebak di tengah genangan. Sebuah minibus putih dilaporkan tidak dapat bergerak setelah pengemudinya mencoba menerjang arus air yang menutupi jembatan.

"Ada satu mobil yang nekat melewati jembatan," kata Dian.

Proses evakuasi terhadap mobil tersebut langsung dilakukan oleh warga sekitar bersama para relawan yang berada di lokasi kejadian. Pihak BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kendaraan yang terjebak tersebut.

"Pengemudi di dalamnya selamat. Dia terjebak di dalam. Yang evakuasi mobil itu relawan dan warga," jelas Dian.

Selain berdampak pada infrastruktur jalan, luapan air sungai juga menyasar pemukiman penduduk di kawasan Jalan Lobak, Kelurahan Pondok Cabe Ilir. Tercatat sebanyak 30 kepala keluarga (KK) mengalami dampak langsung dengan ketinggian genangan air di rumah mereka mencapai 5 hingga 25 sentimeter.

Pihak BPBD menginformasikan bahwa situasi di wilayah pemukiman, termasuk di area Pamulang, juga sudah mulai kondusif seiring dengan surutnya air pada hari yang sama.

"Yang di Pamulang sudah surut," ucap Dian.

Artikel terkait

Rekomendasi