Seluruh Titik Banjir Jakarta Surut Usai Luapan Kali Ciliwung

Seluruh Titik Banjir Jakarta Surut Usai Luapan Kali Ciliwung
Foto: Ilustrasi Seluruh Titik Banjir Jakarta Surut Usai Luapan Kali Ciliwung.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengonfirmasi bahwa seluruh genangan air yang merendam sejumlah wilayah ibu kota telah surut sepenuhnya pada Senin (20/4/2026) malam. Kondisi ini dicapai setelah luapan Kali Ciliwung sempat memicu banjir di beberapa titik sejak dini hari.

Penyurutan air merupakan hasil koordinasi intensif antarinstansi pemerintah daerah dalam menangani dampak kenaikan status Bendung Katulampa. Berdasarkan laporan yang dilansir dari Megapolitan, pengerahan personel gabungan menjadi kunci percepatan penanganan genangan di lapangan.

"BPBD mencatat, seluruh genangan di wilayah DKI Jakarta sudah surut. Hal ini terjadi berkat upaya kolaboratif yang dilakukan oleh OPD terkait," ucap Mohamad Yohan, Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta.

Petugas dari Dinas Sumber Daya Air hingga PPSU dikerahkan guna memastikan seluruh pompa penyedot bekerja maksimal di lokasi terdampak. Yohan menekankan pentingnya kesiapsiagaan warga meski kondisi saat ini sudah terkendali.

"BPBD DKI mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112," tutur Yohan.

Sebelumnya, luapan air dilaporkan merendam permukiman di kawasan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Ketinggian air di lokasi tersebut sempat mencapai 1,5 meter akibat kiriman debit air dari wilayah hulu.

"Pada Hari Senin, 20 April 2026 Pkl. 03.00 Wib Air di Sungai Ciliwung yang Berada di Kel. Bidara Cina Mulai Meluap ke Jalan dan Beberapa Rumah Warga," kata Suhartono, Lurah Bidara Cina.

Kenaikan muka air dipicu oleh status siaga di Bendung Katulampa dan Pos Pantau Depok akibat curah hujan tinggi di Bogor. Kondisi tersebut berdampak langsung pada ribuan warga yang tinggal di bantaran sungai.

"Jumlah Kecamatan terdampak ada dua, sedangkan kelurahan terdampak ada tiga, untuk jumlah Kepala keluarga yang terdampak 705 dan warga terdampak 2259," kata Rangga, Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) BPBD Jakarta Timur.

Hingga Senin malam, petugas masih terus memantau saluran air dan memastikan tidak ada sumbatan yang dapat menghambat aliran sungai. Warga diminta tetap memantau perkembangan status pintu air melalui saluran resmi pemerintah.

Artikel terkait

Rekomendasi