Empat bandara di bawah naungan PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports resmi mengoperasikan fasilitas Mecca Route untuk mendukung kelancaran keberangkatan jemaah haji Indonesia mulai 22 April 2026. Penyiapan layanan pemeriksaan keimigrasian Arab Saudi di Tanah Air ini ditujukan untuk mempercepat alur kedatangan jemaah saat tiba di negara tujuan.
Dilansir dari Detik Travel, integrasi layanan ini memungkinkan proses verifikasi paspor diselesaikan sepenuhnya di bandara embarkasi asal. Langkah tersebut memangkas waktu tunggu jemaah secara signifikan karena mereka tidak perlu lagi mengantre di pos imigrasi bandara Jeddah maupun Madinah.
Fasilitas tersebut kini tersedia di Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang), Bandara Juanda (Surabaya), Bandara Adi Soemarmo (Solo), dan Bandara Sultan Hasanuddin (Makassar). InJourney Airports telah menempatkan personel keamanan penerbangan serta peralatan pemindai seperti x-ray dan detektor logam di asrama haji guna menunjang prosedur pemeriksaan awal.
Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R. Pahlevi menegaskan komitmen perusahaan dalam menyediakan infrastruktur pendukung yang memadai di wilayah Sulawesi Selatan.
"Bandara Sultan Hasanuddin Makassar untuk pertama kalinya menyediakan layanan Mecca Route. Kami mendukung penuh fasilitas ini dengan menyiapkan seluruh sarana dan prasarana yang dibutuhkan," ujar Pahlevi.
Selain fasilitas keimigrasian, pengelola memastikan kesiapan teknis pada sisi udara untuk menampung pesawat berbadan lebar. Kesiapan ini mencakup kondisi landasan pacu, taxiway, hingga area parkir pesawat yang akan digunakan oleh armada pengangkut jemaah.
"Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan operasional bandara berjalan optimal selama musim haji," kata Pahlevi.
Secara total terdapat 19 bandara yang disiapkan untuk melayani sebanyak 205.333 calon jemaah haji pada tahun ini. Pemerintah menetapkan sebaran operasional yang terdiri dari 14 bandara embarkasi utama dan 5 bandara embarkasi antara untuk menjangkau seluruh wilayah Indonesia.
Bandara Internasional Yogyakarta mencatatkan sejarah baru dengan ditetapkan sebagai embarkasi haji untuk pertama kalinya sejak mulai beroperasi tujuh tahun silam. Bandara ini akan melayani rute penerbangan langsung bagi jemaah menuju tanah suci.
| Kategori Embarkasi | Nama Bandara |
|---|---|
| Embarkasi Utama | Bandara Sultan Iskandar Muda (Aceh) |
| Embarkasi Utama | Bandara Kualanamu (Deliserdang) |
| Embarkasi Utama | Bandara Minangkabau (Padang) |
| Embarkasi Utama | Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang) |
| Embarkasi Utama | Bandara Hang Nadim (Batam) |
| Embarkasi Utama | Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang) |
| Embarkasi Utama | Bandara Kertajati (Majalengka) |
| Embarkasi Utama | Bandara Adi Soemarmo (Solo) |
| Embarkasi Utama | Bandara Juanda (Sidoarjo) |
| Embarkasi Utama | Bandara Internasional Yogyakarta (Kulon Progo) |
| Embarkasi Utama | Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan (Balikpapan) |
| Embarkasi Utama | Bandara Syamsudin Noor (Banjarmasin) |
| Embarkasi Utama | Bandara Sultan Hasanuddin (Maros) |
| Embarkasi Utama | Bandara Zainuddin Abdul Madjid (Lombok) |
| Embarkasi Antara | Bandara Sultan Thaha Saifuddin (Jambi) |
| Embarkasi Antara | Bandara Depati Amir (Pangkal Pinang) |
| Embarkasi Antara | Bandara Fatmawati Soekarno (Bengkulu) |
| Embarkasi Antara | Bandara Radin Inten II (Lampung) |
| Embarkasi Antara | Bandara Djalaluddin (Gorontalo) |