Bahlil Lahadalia Tegaskan Target Lifting Migas Mustahil Tercapai Tanpa Kolaborasi KKKS

Bahlil Lahadalia Tegaskan Target Lifting Migas Mustahil Tercapai Tanpa Kolaborasi KKKS
Foto: Ilustrasi Bahlil Lahadalia Tegaskan Target Lifting Migas Mustahil Tercapai Tanpa Kolaborasi KKKS.

MENTERI Eneri dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan target lifting minyak dan gas bumi (migas) nasional mustahil tercapai tanpa kolaborasi erat antara pemerintah dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). Di tengah ketidakpastian global dan meningkatnya kebutuhan energi domestik, pemerintah meminta seluruh pihak mempercepat realisasi proyek migas serta menghapus hambatan birokrasi dan regulasi yang memperlambat investasi.

Bahlil mengatakan, hampir seluruh negara kini cenderung memproteksi kepentingan energinya masing-masing. Dari berbagai pertemuan dengan kepala negara produsen maupun nonprodusen minyak, menurutnya terdapat pandangan yang sama bahwa konflik global tidak memberikan keuntungan utuh bagi siapa pun karena berdampak pada ketidakpastian ekonomi dunia.

Di sisi lain, Indonesia masih menghadapi kesenjangan besar antara konsumsi dan produksi energi nasional. Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) Indonesia saat ini mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari, sementara lifting minyak nasional pada 2025 diperkirakan hanya sekitar 600 ribu barel per hari. Target APBN 2026 sendiri dipatok sebesar 610 ribu barel per hari, namun realisasi saat ini masih berada di bawah angka tersebut.

ÔÇ£Saya punya pandangan bahwa tidak akan mungkin lifting itu bisa berjalan dengan baik tanpa ada kolaborasi yang baik antara KKKS dengan pemerintah,ÔÇØ kata Bahlil dalam Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) ke-50 di ICE BSD City, Tangerang, Banten, Rabu (20/5).

Menurut Bahlil, kondisi tersebut membuat Indonesia masih harus mengimpor sekitar 1 juta barel minyak per hari. Namun pemerintah berupaya menekan impor melalui pengembangan energi alternatif berbasis sawit. Program biodiesel B40 yang akan ditingkatkan menjadi B50 mulai 1 Juli dinilai mampu menggantikan sekitar 200 ribu hingga 300 ribu barel impor per hari melalui konversi crude palm oil (CPO).

Dengan skema tersebut, impor BBM diperkirakan dapat ditekan menjadi sekitar 600 ribu hingga 700 ribu barel per hari. Pemerintah bahkan menargetkan tidak lagi mengimpor solar pada 2026, kecuali solar berkualitas tinggi seperti C51 dan C48.

ÔÇ£Itu semua sudah bisa kita lakukan semuanya,ÔÇØ ujar Bahlil.

Pemerintah juga meminta seluruh perusahaan yang telah mengantongi izin konsesi dan menyelesaikan Plan of Development (POD) agar segera merealisasikan proyeknya. Menurut Bahlil, berbagai kendala di lapangan harus segera disampaikan agar pemerintah dapat membantu mencarikan solusi demi mempercepat pelaksanaan proyek migas.

ÔÇ£Pemerintah meminta tolong agar semua teman-teman yang telah mendapatkan izin konsesi yang sudah lama dipegang dan sudah selesai POD tolong segera dieksekusi,ÔÇØ tegasnya.

Selain biodiesel, pemerintah juga berencana mendorong campuran etanol melalui program E10 hingga E20. Langkah tersebut dilakukan karena kebutuhan bensin nasional saat ini mencapai sekitar 39 juta hingga 40 juta kiloliter per tahun, sementara produksi domestik baru sekitar 19 juta hingga 20 juta kiloliter sehingga Indonesia masih harus mengimpor sekitar 20 juta kiloliter bensin.

Meski demikian, Bahlil menegaskan kebutuhan energi fosil dan bahan baku industri masih sangat besar. Indonesia masih mengimpor LPG hingga 8,6 juta metrik ton per tahun. Kebutuhan tambahan sekitar 3 juta ton juga diperkirakan muncul pada 2027 untuk mendukung industri petrokimia seperti Lotte Chemical dan Chandra Asri. Selain itu, Indonesia juga masih kekurangan nafta yang digunakan sebagai bahan baku industri.

Karena itu, pemerintah menargetkan lifting minyak nasional dapat meningkat hingga 900 ribu hingga 1 juta barel per hari pada 2029ÔÇô2030 sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam kesempatan itu, Bahlil kembali menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, SKK Migas, dan pelaku usaha untuk mempercepat proyek hulu migas.

ÔÇ£Pemerintah dalam hal ini tidak hanya pemerintah pusat tapi juga pemerintah daerah, kabupaten, kota, juga harus bersama-sama kita bergandengan tangan untuk menyelesaikan ini,ÔÇØ katanya.

Ia juga meminta SKK Migas mempercepat reformasi regulasi dan tidak ragu mengganti pejabat yang dinilai menghambat proses perizinan dan pengembangan proyek.

ÔÇ£Hanya dengan cara ini bisa kita melakukan percepatan lifting migas,ÔÇØ tegas Bahlil.

Selain reformasi regulasi, pemerintah juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan produksi dari sumur-sumur tua. Bahlil mencontohkan keberhasilan ENI menemukan cadangan baru di Kalimantan Timur sebesar 5 TCF gas yang diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 200 ribu barel setara kondensat per hari dan ditargetkan mulai berproduksi pada 2028ÔÇô2029 melalui kerja sama dengan Petronas.

Bahlil juga meminta pelaku usaha daerah dilibatkan dalam rantai bisnis hulu migas sepanjang memenuhi standar profesionalisme dan keselamatan kerja.

ÔÇ£Saya ini kan mantan pengusaha daerah. Ini usaha di sektor hulu migas harus profesional, ini bukan perusahaan APBN atau APBD yang asal kerja,ÔÇØ ujarnya.

Ia menambahkan pemerintah juga meminta KKKS yang belum menyerahkan participating interest (PI) kepada daerah agar segera merealisasikannya sesuai ketentuan yang berlaku.

Fondasi Utama

Sementara itu, Presiden Indonesian Petroleum Association Kathy Wu mengatakan, industri migas Indonesia saat ini ditopang kolaborasi antara perusahaan energi nasional seperti Pertamina, MedcoEnergi, EMP, dan Saka Energy bersama investor global seperti ExxonMobil, ENI, Inpex, Petronas, Mubadala Energy, KUFPEC, dan BP.

Menurut Kathy, terdapat tiga fondasi utama untuk membangun kemitraan yang sukses di sektor hulu migas, yakni kepastian hukum dan kontrak, percepatan waktu pelaksanaan proyek, serta penguatan eksplorasi.

ÔÇ£Hal tersebut membantu menciptakan kondisi di mana investasi dapat memberikan nilai signifikan bagi Indonesia,ÔÇØ imbuhnya.

Ia menilai waktu siklus proyek yang panjang menjadi salah satu tantangan terbesar industri migas sehingga dibutuhkan kerja sama seluruh pihak untuk meminimalkan keterlambatan pengembangan proyek.

Kathy juga menegaskan Indonesia masih memiliki potensi migas yang sangat besar karena lebih dari 50% cekungan migas nasional belum atau masih minim dieksplorasi.

ÔÇ£Lebih dari 50% cekungannya belum dieksplorasi atau masih kurang dieksplorasi,ÔÇØ katanya.

IPA, lanjut Kathy, mengapresiasi langkah aktif pemerintah dalam menawarkan wilayah eksplorasi baru kepada investor. Menurutnya, percepatan investasi dan pengembangan proyek hanya dapat tercapai jika terdapat keselarasan kuat antara pemerintah dan industri.

ÔÇ£Semakin kuat keselarasan tersebut, semakin besar momentum yang tercipta, dan semakin besar pula kemajuannya,ÔÇØ tuturnya.

Ia menambahkan, energi merupakan fondasi pembangunan nasional karena menopang rumah tangga, sekolah, rumah sakit, hingga penciptaan lapangan kerja. Karena itu, IPA dan seluruh anggotanya menyatakan siap menjadi mitra strategis pemerintah Indonesia dalam menyediakan energi yang aman, terjangkau, dan lebih rendah karbon.

ÔÇ£Saya yakin dengan kepemimpinan dari pemerintah dan kemitraan yang tulus, Indonesia dapat mewujudkan seluruh potensinya dalam sistem energi global sekaligus membantu membentuk era pertumbuhan berikutnya bagi Indonesia,ÔÇØ pungkas Kathy.

Strategi Utama

Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) PT Pertamina (Persero) Oki Muraza mengungkapkan, terdapat tiga strategi utama yang perlu dilakukan untuk menghadapi berbagai tantangan di sektor energi. Yakni, memperkuat kemitraan, menjalin kolaborasi dengan pemerintah, serta mendorong pengembangan teknologi.

Menurut Oki, penguatan kemitraan menjadi langkah penting, salah satunya melalui kerja sama dengan Petronas. Selain itu, kolaborasi dengan pemerintah dinilai dapat memberikan dukungan fiskal, mempermudah proses perizinan, hingga menurunkan risiko usaha. Di sisi lain, penggunaan teknologi juga menjadi faktor penting untuk meningkatkan efisiensi dan mendukung keberlanjutan bisnis energi.

ÔÇ£Kita punya kemitraan yang kuat, misalnya bersama Petronas. Kolaborasi dengan pemerintah juga dapat memberikan tambahan fiskal, mempermudah perizinan, serta menurunkan risiko usaha dengan penggunaan teknologi,ÔÇØ kata Oki.

President and Group CEO Petronas Tengku Muhammad Taufik menambahkan, berdasarkan data yang diperoleh menuturkan bahwa investasi hulu minyak global pada 2025 diperkirakan turun sekitar 6%. Padahal, total investasi hulu minyak dan gas dunia mencapai sekitar US$570 miliar pada tahun tersebut.

"Menariknya, sekitar 40% dari total investasi itu digunakan khusus untuk menekan laju penurunan produksi di lapangan migas yang sudah beroperasi," ujarnya.

Sementara itu Roberto Lorato, Direktur dan CEO Medco Energi menilai, bagi yang sudah berkecimpung di industri migas Tanah Air selama beberapa tahun pasti sudah merasakan adanya perubahan dalam pengelolaan industri migas ke arah lebih positif.

"Indonesia menyadari potensi masih sangat besar, untuk itu eksplorasi harus dilakukan perlu ada pengembangan jangka panjang. Serta pendekatan yang lebih fleksibel," ujar Roberto. (E-4)

- Prabowo Beri Keringanan DHE Migas Maksimal 30 Persen 20/5/2026 17:33 Presiden Prabowo Subianto memberikan relaksasi retensi DHE sektor migas maksimal 30% dengan durasi simpan lebih singkat dibanding sektor nonmigas.

- Multiplier Effect Industri Hulu Migas, Dukung Perekonomian Daerah 18/5/2026 16:31 INDUSTRI hulu minyak dan gas bumi (migas) dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui berbagai dampak berganda (multiplier effect).

- Produksi Migas Lepas Pantai Jawa Barat Naik, Sumur Baru Hasilkan Minyak Murni 18/5/2026 10:20 Kinerja produksi migas lepas pantai di utara Jawa Barat kembali menunjukkan peningkatan.

- IPA Convex ke-50 Perkuat Kolaborasi Sektor Hulu Migas Hadapi Tantangan Geopolitik 12/5/2026 15:36 KONDISI geopolitik global saat ini menjadi tantangan serius bagi Indonesia, khususnya dalam mencapai ketahanan energi nasional.

- Prabowo Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Rp116 Triliun, FSPPB Kawal Kedaulatan Energi Nasional 29/4/2026 21:43 Proyek hilirisasi tahap kedua ini diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi baru dengan nilai investasi mencapai Rp116 triliun.

Artikel terkait

Rekomendasi