Bahlil Lahadalia Desak Pengusutan Tuntas Penusukan Ketua Golkar Maluku Tenggara

Bahlil Lahadalia Desak Pengusutan Tuntas Penusukan Ketua Golkar Maluku Tenggara
Foto: Ilustrasi Bahlil Lahadalia Desak Pengusutan Tuntas Penusukan Ketua Golkar Maluku Tenggara.

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus penusukan yang menewaskan Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara, Nus Kei, di Bandara Karel Sadsuitubun pada Minggu (20/4/2026) siang.

Permintaan tegas tersebut disampaikan Bahlil guna memastikan proses hukum berjalan transparan terhadap peristiwa yang terjadi sekitar pukul 11.10 WIT tersebut. Dilansir dari Nasional, Bahlil telah menginstruksikan jajaran pengurus pusat untuk mengawal kasus ini secara langsung.

Kepada awak media, Bahlil menyatakan bahwa dirinya sudah memberikan mandat khusus kepada Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji, untuk memantau perkembangan hukum di lapangan.

"DPP Golkar, sudah saya meminta kepada Sekjen untuk mendampingi dalam rangka melakukan proses sampai tuntas," ujar Bahlil saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (20/4/2026).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tersebut menegaskan bahwa pihaknya kini menaruh kepercayaan sepenuhnya pada kinerja pihak kepolisian dalam menangkap pelaku penusukan anggota partainya.

"DPP Golar telah meminta agar ini diusut secara tuntas," tegas Bahlil.

Selain memberikan instruksi pengawalan kasus, Bahlil turut menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas wafatnya kerabat serta rekan organisasinya tersebut.

"Ya kami turut berduka atas meninggalnya Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara, saudara saya, Bang Nus. Dan semoga diterima oleh Allah SWT," pungkas Bahlil.

Peristiwa tragis ini bermula saat Nus Kei baru saja mendarat dari Bandara Internasional Pattimura, Ambon, untuk menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) Golkar. Saat menuju pintu keluar bandara, seorang pria bermasker dan berjaket merah secara tiba-tiba melakukan penyerangan dengan senjata tajam.

Meskipun kakak korban sempat berupaya melawan dengan membanting pelaku, tersangka berhasil meloloskan diri dari lokasi kejadian. Nus Kei yang mengalami pendarahan hebat akibat luka pada organ vital dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke Rumah Sakit Karel Sadsuitubun.

Artikel terkait

Rekomendasi