Kebiasaan mengonsumsi kopi segera setelah meminum obat dapat mengganggu proses penyerapan serta efektivitas zat aktif di dalam tubuh. Dampak ini sangat rentan terjadi pada jenis obat-obatan tertentu seperti antibiotik, obat lambung, asma, hingga obat flu, seperti dilansir dari Popbela.
Interaksi langsung antara kafein dan kandungan obat berisiko memicu penurunan kinerja obat atau bahkan membentuk senyawa racun. Kondisi tersebut dapat merusak keseimbangan bakteri baik yang dibutuhkan oleh tubuh manusia.
Menenggak kopi terlalu dekat dengan waktu minum obat dapat menurunkan khasiat terapeutik dari obat yang dikonsumsi. Kafein bekerja menghambat proses penyerapan zat obat yang seharusnya berlangsung di dalam lambung dan usus halus.
Pada perempuan, kopi juga memengaruhi keseimbangan hormon estrogen yang berdampak langsung pada mekanisme penyerapan obat. Hambatan ini membuat proses pemulihan dan masa penyembuhan tubuh menjadi tidak maksimal.
Bahaya lain yang mengintai adalah risiko kelebihan kadar kafein atau keracunan. Beberapa jenis obat medis sudah memiliki kandungan kafein di dalamnya, sehingga asupan kopi tambahan akan membuat zat tersebut bertahan lebih lama dan menumpuk di dalam tubuh.
Memicu Gangguan Detak Jantung
Efek stimulasi dari kafein bekerja dengan cara memacu aktivitas otak dan organ jantung. Jika kandungan ini langsung bercampur dengan zat aktif dari obat, jantung dapat berdetak dengan kecepatan yang tidak normal.
Kondisi tersebut berpotensi memicu gangguan irama jantung atau yang dikenal sebagai aritmia. Kelainan detak jantung ini tidak boleh dianggap sepele karena akumulasi dampaknya dapat meningkatkan risiko kerusakan jantung yang jauh lebih serius.