Badai Debu Terjang Jeddah dan Makkah Akibat Angin Kencang

Badai Debu Terjang Jeddah dan Makkah Akibat Angin Kencang
Foto: Ilustrasi Badai Debu Terjang Jeddah dan Makkah Akibat Angin Kencang.

Wilayah Jeddah beserta sejumlah daerah di kawasan Makkah diterjang badai debu pada Sabtu, 18 April 2026. Fenomena alam ini dipicu oleh embusan angin kencang yang membawa partikel debu ke berbagai area, termasuk jalan raya dan ruang terbuka.

Dikutip dari Cahaya, Pusat Meteorologi Nasional (NCM) telah merilis peringatan dini mengenai potensi angin aktif yang dapat memicu badai debu. Wilayah yang terdampak meliputi Jeddah, Rabigh, Bahra, Al-Kamil, Khulais, hingga Al-Lith.

Kondisi ini menyebabkan jarak pandang menurun secara signifikan di lokasi kejadian. Dilaporkan bahwa badai debu tersebut berlangsung hingga pukul 19.00 waktu setempat, yang menghambat mobilitas dan aktivitas masyarakat di luar ruangan.

Selain ancaman debu, wilayah Makkah diprediksi akan mengalami badai petir yang disertai angin kencang. Suhu udara di kawasan tersebut tercatat cukup ekstrem, mencapai angka 39 derajat Celsius pada siang hari.

Pada malam hari, suhu udara mengalami penurunan hingga berada di level 29 derajat Celsius. Tingkat kelembapan di wilayah terdampak dilaporkan berada pada kisaran 40 persen, menambah dinamika cuaca yang perlu diwaspadai oleh warga dan jemaah.

Waspada Angin Kencang di Wilayah Lain

Pusat Meteorologi Nasional juga memberikan peringatan khusus untuk wilayah Hail yang turut mengalami angin kencang. Kecepatan angin di daerah tersebut diperkirakan menembus angka 40 hingga 49 kilometer per jam.

Hembusan angin kuat ini berisiko mengurangi jarak pandang, terutama di area terbuka dan lintasan jalan raya. Masyarakat serta jemaah yang berada di lokasi diminta untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan demi menjaga keselamatan selama beraktivitas.

Fenomena ini kerap menjadi bagian dari dinamika alam di Tanah Suci yang menguji kesiapan fisik dan kesabaran para jemaah. Situasi tersebut dianggap sebagai bagian dari ujian yang menguatkan keikhlasan dalam menjalankan rangkaian ibadah di Baitullah.

Artikel terkait

Rekomendasi