Mengamalkan doa agar memperoleh haji mabrur menjadi salah satu anjuran penting bagi jemaah yang sedang berada di Tanah Suci. Dilansir dari Detikcom, setiap muslim yang menunaikan rukun Islam kelima ini tentu mengharapkan ibadah mereka diterima oleh Allah SWT.
Harapan tersebut tidak hanya datang dari para jemaah, namun juga pihak keluarga yang menitipkan doa keselamatan dan kelancaran ibadah. Haji mabrur sendiri dimaknai sebagai ibadah yang dikerjakan dengan penuh nilai kebaikan serta keikhlasan hati.
Buku Tuntutan Manasik Haji dan Umrah dari Kementerian Haji dan Umrah menjelaskan bahwa mabrur berarti ibadah tersebut diterima oleh Sang Pencipta. Hal ini tidak hanya diukur dari pemenuhan rukun dan syarat secara teknis saja.
Keberhasilan meraih predikat mabrur sering kali tercermin melalui perubahan perilaku seseorang setelah kembali ke tanah air. Sosok jemaah diharapkan bertransformasi menjadi pribadi yang lebih santun dalam ucapan serta tindakan dalam kehidupan sehari-hari.
Islam menempatkan haji mabrur pada posisi yang sangat mulia di sisi Allah SWT. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari:
Ϻ┘ä┘ÆÏ¡┘Ä┘è┘æ┘ŠϺ┘ä┘Æ┘à┘ÄÏ¿┘ÆÏ▒┘Å┘êÏ▒┘Å ┘ä┘Ä┘è┘ÆÏ│┘Ä ┘ä┘Ä┘ç┘Šϼ┘ÄÏ▓┘ÄϺÏí┘Å ÏÑ┘É┘ä┘æ┘ÄϺ Ϻ┘ä┘ÆÏ¼┘Ä┘å┘æ┘ÄÏ®┘Å
"Tidak ada balasan yang pantas bagi haji mabrur selain surga" (HR. Al-Bukhari)
Kumpulan Doa Meraih Haji Mabrur
Terdapat beberapa pilihan bacaan doa yang dapat dipanjatkan baik oleh jemaah maupun keluarga. Berdasarkan buku Doa dan Zikir Manasik Haji dan Umrah terbitan Kementerian Agama (Kemenag) RI, berikut adalah salah satu bacaannya:
Ï¿┘ÉÏ│┘Æ┘à┘É Ïº┘ä┘ä┘ç┘É ┘ê┘ÄϺ┘ä┘ä┘ç┘Å Ïú┘Ä┘â┘ÆÏ¿┘ÄÏ▒┘Å Ï▒┘Äϼ┘Æ┘à┘ïϺ ┘ä┘É┘äÏ┤┘æ┘Ä┘è┘ÄϺÏÀ┘É┘è┘å┘É ┘ê┘ÄÏ▒┘ÉÏÂ┘ïϺ ┘ä┘É┘ä┘æ┘ÄÏ▒┘ÆÏ¡┘Æ┘à┘Ä┘å┘É Ïº┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘Å┘à┘æ┘Ä ÏºÏ¼┘ÆÏ╣┘Ä┘ä┘Æ Ï¡┘Äϼ┘æ┘ïϺ ┘à┘ÄÏ¿┘ÆÏ▒┘Å┘êÏ▒┘ïϺ ┘ê┘ÄÏ│┘ÄÏ╣┘Æ┘èϺ┘ï m┘ÄÏ┤┘Æ┘â┘Å┘êÏ▒┘ïϺ
Latin: "Bismillaahi wallahu akbar, rajman lisysyayaathiini wa ridhan lirrahmaani allhummaj'al hajjan mabruuran wa sa'yan masykuuran.
Artinya: "Dengan nama Allah, Allah Maha Besar, kutukan bagi segala setan dan ridha bagi Allah Yang Maha Pengasih, Ya Allah Tuhanku, jadikanlah hajiku ini haji yang mabrur dan sa'i yang diterima."
Selain itu, terdapat doa lain yang mencakup permohonan agar seluruh rangkaian ibadah termasuk umrah dan sa'i diberkahi:
Ϻ┘ä┘ä┘ç┘à Ϻϼ┘ÆÏ╣┘Ä┘ä┘Æ Ï¡┘Äϼ┘æ┘Ä┘å┘ÄϺ Ï¡┘Äϼ┘æ┘ïϺ ┘à┘ÄÏ¿┘ÆÏ▒┘Å┘ê┘ÆÏ▒┘ïϺÏî ┘ê┘ÄÏ╣┘Å┘à┘ÆÏ▒┘ÄÏ®┘Ä┘å┘ÄϺ Ï╣┘Å┘à┘ÆÏ▒┘ÄÏ®┘ï ┘à┘ÄÏ¿┘ÆÏ▒┘Å┘ê┘ÆÏ▒┘ïϺÏî ┘ê┘ÄÏ│┘ÄÏ╣┘Æ┘è┘Ä┘å┘ÄϺ Ï│┘ÄÏ╣┘Æ┘è┘ïϺ ┘à┘ÄÏ┤┘Æ┘â┘Å┘ê┘ÆÏ▒┘ïϺÏî ┘ê┘ÄÏ░┘Ä┘å┘ÆÏ¿┘Ä┘å┘ÄϺ Ï░┘Ä┘å┘ÆÏ¿┘ïϺ ┘à┘ÄÏ║┘Æ┘ü┘Å┘ê┘ÆÏ▒┘ïϺÏî ┘ê┘ÄÏ╣┘Ä┘à┘Ä┘ä┘Ä┘å┘ÄϺ Ï╣┘Ä┘à┘Ä┘ä┘ïϺ ÏÁ┘ÄϺ┘ä┘ÉÏ¡┘ïϺ ┘à┘Ä┘é┘ÆÏ¿┘Å┘ê┘Æ┘ä┘ïϺÏî ┘ê┘ÄϬ┘Éϼ┘ÄϺÏ▒┘ÄÏ®┘Ä┘å┘ÄϺ Ϭ┘Éϼ┘ÄϺÏ▒┘ÄÏ®┘ï ┘ä┘Ä┘å┘Æ Ï¬┘ÄÏ¿┘Å┘ê┘ÆÏ▒┘ÄÏî ┘è┘ÄϺ Ï╣┘ÄϺ┘ä┘É┘à┘Ä ┘à┘ÄϺ ┘ü┘É┘ë Ϻ┘äÏÁ┘æ┘ÅÏ»┘Å┘ê┘ÆÏ▒┘É Ïú┘ÄÏ«┘ÆÏ▒┘Éϼ┘Æ┘å┘ÄϺ ┘à┘É┘å┘Ä Ïº┘äÏ©┘æ┘Å┘ä┘Å┘à┘ÄϺϬ┘É ÏÑ┘É┘ä┘Ä┘ë Ϻ┘ä┘å┘æ┘Å┘ê┘ÆÏ▒┘É.
Latin: "Allahumaj'al hajjana hajjan mabruuraa, wa 'umratan 'umratan mabruuraa, wasa'yanaa sa'yan masykuuraa, wa dzanbanaa dzanban maghfuuraa, wa 'amalanaa 'amalan shaalihan maqbuulaa, wa tijaaratan lan tabuura, yaa 'aalima maa fish shudur akhrijnaa minadzh dzhulumaati ilan nuur."
Artinya: "Ya Allah, jadikanlah haji kami haji yang mabrur (baik dan diterima), umrah kami umrah yang mabrur, sa'i kami sa'i yang disyukuri, doa kami dosa yang diampuni, amal kami amal shaleh yang diterima dan perdagangan kami perdagangan yang tidak merugi, wahai Dzat Yang Maha Mengetahui apa yang ada dalam dada, keluarkanlah kami dari kedzaliman menuju cahaya (keimanan)."
Keluarga juga bisa memberikan bekal doa kepada jemaah sebagaimana diriwayatkan oleh At-Tirmidzi:
Ï▓┘Ä┘ê┘æ┘ÄÏ»┘Ä┘â┘Ä Ïº┘ä┘ä┘ç┘ŠϺ┘äϬ┘æ┘Ä┘é┘Æ┘ê┘Ä┘ë ┘ê┘ÄÏ║┘Ä┘ü┘ÄÏ▒┘Ä Ï░┘Ä┘å┘ÆÏ¿┘Ä┘â┘Ä, ┘ê┘Ä┘è┘ÄÏ│┘æ┘ÄÏ▒┘Ä ┘ä┘Ä┘â┘Ä Ïº┘ä┘ÆÏ«┘Ä┘è┘ÆÏ▒┘Ä Ï¡┘Ä┘è┘ÆÏ½┘Å┘à┘ÄϺ ┘â┘Å┘å┘ÆÏ¬┘Ä
Latin: "Zawwadakallaahut taqwa wa ghafara dzanbaka wa yassara lakal khaira hay-tsuma kunta."
Artinya: "Semoga Allah membekalimu dengan takwa, mengampuni dosa dosamu, dan memudahkanmu di mana saja engkau berada." (HR At-Tirmidzi)
Syarat Utama Mencapai Haji Mabrur
Kemurnian niat menjadi fondasi utama dalam menjalankan ibadah haji. Jemaah ditekankan untuk melaksanakan seluruh rangkaian manasik hanya demi mengharap rida Allah SWT, bukan demi popularitas atau pujian manusia.
Ketakwaan merupakan bekal spiritual yang paling krusial dibandingkan bekal materi. Hal ini sesuai dengan pesan dalam Al-Baqarah ayat 197 yang menegaskan bahwa sebaik-baiknya persiapan bagi seorang hamba adalah rasa takwanya.
Pemahaman mengenai manasik secara mendalam juga menjadi penentu keabsahan ibadah. Jemaah diimbau untuk mempelajari rukun, wajib, hingga sunnah haji secara detail agar pelaksanaan ibadah sesuai dengan tuntunan syariat.
Aspek lain yang tidak kalah penting adalah penggunaan biaya yang halal. Allah SWT hanya menerima segala sesuatu yang bersumber dari rezeki yang baik dan bersih dari unsur haram maupun syubhat.
Selama prosesi haji, setiap individu wajib menjauhkan diri dari perbuatan rafats (berkata kotor), fusuq (berbuat maksiat), serta berbantah-bantahan. Jemaah yang mampu menjaga lisannya dan memperbanyak zikir memiliki peluang besar untuk kembali dalam keadaan bersih dari noda dosa.