Mengenal Ayat Al-Qur'an tentang Haji dan Umrah Serta Syarat Sahnya

Mengenal Ayat Al-Qur'an tentang Haji dan Umrah Serta Syarat Sahnya
Foto: Ilustrasi Mengenal Ayat Al-Qur'an tentang Haji dan Umrah Serta Syarat Sahnya.

Ibadah haji dan umrah merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang telah memenuhi kriteria kemampuan fisik maupun finansial. Dasar hukum pelaksanaan kedua ibadah ini tertuang secara jelas dalam berbagai ayat Al-Qur'an sebagai pedoman utama umat Islam.

Dilansir dari Detikcom, terdapat ketentuan khusus mengenai syarat dan rukun yang harus dipenuhi agar prosesi ibadah menjadi sah menurut syariat. Pemahaman mengenai dalil-dalil tersebut menjadi fondasi penting sebelum melangkah ke tanah suci.

Beberapa surah dalam Al-Qur'an memberikan penegasan mengenai perintah berhaji. Salah satunya tercantum dalam Surah Ali Imran Ayat 97 yang berbunyi:

┘ü┘É┘è┘Æ┘ç┘É Ïº┘░┘è┘░Ϭ┘î█ó Ï¿┘Ä┘è┘æ┘É┘å┘░Ϭ┘î ┘à┘æ┘Ä┘é┘ÄϺ┘à┘ŠϺ┘ÉÏ¿┘ÆÏ▒┘░┘ç┘É┘è┘Æ┘à┘Ä █ò█Ü ┘ê┘Ä┘à┘Ä┘å┘Æ Ï»┘ÄÏ«┘Ä┘ä┘Ä┘ç┘ù ┘â┘ÄϺ┘å┘Ä Ïº┘░┘à┘É┘å┘ïϺ █ù ┘ê┘Ä┘ä┘É┘ä┘æ┘░┘ç┘É Ï╣┘Ä┘ä┘Ä┘ë Ϻ┘ä┘å┘æ┘ÄϺÏ│┘É Ï¡┘Éϼ┘æ┘ŠϺ┘ä┘ÆÏ¿┘Ä┘è┘ÆÏ¬┘É ┘à┘Ä┘å┘É ÏºÏ│┘ÆÏ¬┘ÄÏÀ┘ÄϺÏ╣┘Ä Ïº┘É┘ä┘Ä┘è┘Æ┘ç┘É Ï│┘ÄÏ¿┘É┘è┘Æ┘ä┘ïϺ █ù ┘ê┘Ä┘à┘Ä┘å┘Æ ┘â┘Ä┘ü┘ÄÏ▒┘Ä ┘ü┘ÄϺ┘É┘å┘æ┘Ä Ïº┘ä┘ä┘æ┘░┘ç┘Ä Ï║┘Ä┘å┘É┘è┘æ┘î Ï╣┘Ä┘å┘É Ïº┘ä┘ÆÏ╣┘░┘ä┘Ä┘à┘É┘è┘Æ┘å┘Ä

Artinya: "Di dalamnya terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) Maqam Ibrahim. Siapa yang memasukinya (Baitullah), maka amanlah dia. (Di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, (yaitu bagi) orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Siapa yang mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu pun) dari seluruh alam."

Perintah ini juga diperkuat melalui Surah Al-Hajj Ayat 27-28 yang menyeru manusia dari segala penjuru dunia untuk datang ke Baitullah. Dalam ayat tersebut, Allah menjelaskan bahwa tujuan haji adalah agar umat Islam menyaksikan berbagai manfaat dan menyebut nama Allah atas rezeki yang diberikan.

Selanjutnya, Surah Al-Baqarah Ayat 196 memberikan instruksi untuk menyempurnakan kedua ibadah tersebut. Ayat ini menekankan pentingnya menyelesaikan rangkaian ibadah haji dan umrah semata-mata karena Allah SWT.

┘ê┘ÄϺ┘ÄϬ┘É┘à┘æ┘Å┘êϺ Ϻ┘ä┘ÆÏ¡┘Äϼ┘æ┘Ä ┘ê┘ÄϺ┘ä┘ÆÏ╣┘Å┘à┘ÆÏ▒┘ÄÏ®┘Ä ┘ä┘É┘ä┘æ┘░┘ç┘É █ù ┘ü┘ÄϺ┘É┘å┘Æ Ïº┘ÅÏ¡┘ÆÏÁ┘ÉÏ▒┘ÆÏ¬┘Å┘à┘Æ ┘ü┘Ä┘à┘ÄϺ ϺÏ│┘ÆÏ¬┘Ä┘è┘ÆÏ│┘ÄÏ▒┘Ä ┘à┘É┘å┘Ä Ïº┘ä┘Æ┘ç┘ÄÏ»┘Æ┘è┘É█Ü ┘ê┘Ä┘ä┘ÄϺ Ϭ┘ÄÏ¡┘Æ┘ä┘É┘é┘Å┘ê┘ÆÏº Ï▒┘ÅÏí┘Å┘ê┘ÆÏ│┘Ä┘â┘Å┘à┘Æ Ï¡┘ÄϬ┘æ┘░┘ë ┘è┘ÄÏ¿┘Æ┘ä┘ÅÏ║┘Ä Ïº┘ä┘Æ┘ç┘ÄÏ»┘Æ┘è┘Å m┘ÄÏ¡┘É┘ä┘æ┘Ä┘ç┘ù █ù ┘ü┘Ä┘à┘Ä┘å┘Æ ┘â┘ÄϺ┘å┘Ä ┘à┘É┘å┘Æ┘â┘Å┘à┘Æ ┘à┘æ┘ÄÏ▒┘É┘è┘ÆÏÂ┘ïϺ Ϻ┘Ä┘ê┘Æ Ï¿┘É┘ç┘û┘ô Ϻ┘ÄÏ░┘ï┘ë ┘à┘æ┘É┘å┘Æ Ï▒┘æ┘ÄÏú┘ÆÏ│┘É┘ç┘û ┘ü┘Ä┘ü┘ÉÏ»┘Æ┘è┘ÄÏ®┘î ┘à┘æ┘É┘å┘Æ ÏÁ┘É┘è┘ÄϺ┘à┘ì Ϻ┘Ä┘ê┘Æ ÏÁ┘ÄÏ»┘Ä┘é┘ÄÏ®┘ì Ϻ┘Ä┘ê┘Æ ┘å┘ÅÏ│┘Å┘â┘ì █Ü ┘ü┘ÄϺ┘ÉÏ░┘ÄϺ┘ô Ϻ┘Ä┘à┘É┘å┘ÆÏ¬┘Å┘à┘Æ █ù ┘ü┘Ä┘à┘Ä┘å┘Æ Ï¬┘Ä┘à┘ÄϬ┘æ┘ÄÏ╣┘Ä Ï¿┘ÉϺ┘ä┘ÆÏ╣┘Å┘à┘ÆÏ▒┘ÄÏ®┘É Ïº┘É┘ä┘Ä┘ë Ϻ┘ä┘ÆÏ¡┘Äϼ┘æ┘É ┘ü┘Ä┘à┘ÄϺ ϺÏ│┘ÆÏ¬┘Ä┘è┘ÆÏ│┘ÄÏ▒┘Ä ┘à┘É┘å┘Ä Ïº┘ä┘Æ┘ç┘ÄÏ»┘Æ┘è┘É█Ü ┘ü┘Ä┘à┘Ä┘å┘Æ ┘ä┘æ┘Ä┘à┘Æ ┘è┘Äϼ┘ÉÏ»┘Æ ┘ü┘ÄÏÁ┘É┘è┘ÄϺ┘à┘ŠϽ┘Ä┘ä┘░Ͻ┘ÄÏ®┘É Ïº┘Ä┘è┘æ┘ÄϺ┘à┘ì ┘ü┘É┘ë Ϻ┘ä┘ÆÏ¡┘Äϼ┘æ┘É ┘ê┘ÄÏ│Ï¿┘ÆÏ╣┘ÄÏ®┘ì Ϻ┘ÉÏ░┘ÄϺ Ï▒┘Äϼ┘ÄÏ╣┘ÆÏ¬┘Å┘à┘Æ █ù Ϭ┘É┘ä┘Æ┘â┘Ä Ï╣┘ÄÏ┤┘ÄÏ▒┘ÄÏ®┘î ┘â┘ÄϺ┘à┘É┘ä┘ÄÏ®┘î █ùÏ░┘░┘ä┘É┘â┘Ä ┘ä┘É┘à┘Ä┘å┘Æ ┘ä┘æ┘Ä┘à┘Æ ┘è┘Ä┘â┘Å┘å┘Æ Ïº┘Ä┘ç┘Æ┘ä┘Å┘ç┘ù Ï¡┘ÄϺÏÂ┘ÉÏ▒┘É┘ë Ϻ┘ä┘Æ┘à┘ÄÏ│┘ÆÏ¼┘ÉÏ»┘É Ïº┘ä┘ÆÏ¡┘ÄÏ▒┘ÄϺ┘à┘É █ù ┘ê┘ÄϺϬ┘æ┘Ä┘é┘Å┘êϺ Ϻ┘ä┘ä┘æ┘░┘ç┘Ä ┘ê┘ÄϺÏ╣┘Æ┘ä┘Ä┘à┘Å┘ê┘Æ┘ôϺ Ϻ┘Ä┘å┘æ┘Ä Ïº┘ä┘ä┘æ┘░┘ç┘Ä Ï┤┘ÄÏ»┘É┘è┘ÆÏ»┘ŠϺ┘ä┘ÆÏ╣┘É┘é┘ÄϺϿ┘É

Artinya: "Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah. Jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit), maka (sembelihlah) kurban yang mudah didapat dan jangan mencukur (rambut) kepalamu sebelum kurban sampai di tempat penyembelihannya..."

Landasan dari Hadits Rasulullah SAW

Selain Al-Qur'an, hadits Nabi Muhammad SAW juga memberikan panduan mengenai urgensi menyegerakan ibadah haji. Rasulullah mengingatkan agar umatnya tidak menunda-nunda keberangkatan karena keterbatasan yang mungkin muncul di masa depan.

"Hendaklah kalian bersegera mengerjakan haji karena sesungguhnya seseorang tidak pernah tau halangan yang akan merintanginya." (HR Ahmad).

Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, haji ditempatkan sebagai salah satu dari lima pilar utama yang menyokong tegaknya agama Islam. Bagi mereka yang memiliki kemampuan namun sengaja mengabaikan perintah ini, terdapat peringatan keras sebagaimana diriwayatkan oleh Tirmidzi.

Meskipun umrah memiliki hukum sunah yang sangat dianjurkan, Rasulullah SAW tetap menekankan keutamaannya. Ibadah umrah satu ke umrah berikutnya berfungsi sebagai penghapus dosa, sementara haji mabrur dijanjikan ganjaran berupa surga.

Syarat dan Perbedaan Rukun Haji Antar Mazhab

Pelaksanaan haji menuntut pemenuhan syarat wajib bagi calon jemaah. Seseorang baru diwajibkan berhaji apabila ia berakal sehat, telah mencapai usia baligh, berstatus merdeka, dan memiliki kemampuan atau istitha'ah.

Terkait rukun haji, terdapat variasi pandangan di kalangan ulama mazhab. Rukun merupakan komponen yang wajib dikerjakan dan tidak dapat digantikan, sehingga jika terlewat, maka ibadah tersebut tidak sah.

  • Mazhab Hanafi: Menitikberatkan pada wukuf di Arafah dan tawaf ifadah sebagai rukun utama.
  • Mazhab Maliki: Mencakup niat ihram, sai antara Safa dan Marwah, wukuf di Arafah, serta tawaf ifadah.
  • Mazhab Syafi'i: Meliputi niat ihram, wukuf, tawaf ifadah, sai, tahalul (mencukur rambut), dan harus dilakukan secara tertib.
  • Mazhab Hanbali: Menetapkan ihram, wukuf, tawaf ifadah, dan sai sebagai rukun haji.

Di sisi lain, terdapat pula kategori wajib haji. Berbeda dengan rukun, jika amalan wajib haji ditinggalkan, ibadah tetap sah namun jemaah diharuskan membayar denda atau dam.

Mazhab Hanafi menetapkan lima perkara wajib, termasuk mabit di Muzdalifah, melontar jamrah, dan tawaf wada. Sementara itu, Mazhab Maliki menambahkan rangkaian hari Nahr dan mabit di Mina sebagai bagian dari kewajiban haji.

Artikel terkait

Rekomendasi