Gandung Pardiman Desak Audit Keselamatan Usai Kecelakaan KA di Bekasi

Gandung Pardiman Desak Audit Keselamatan Usai Kecelakaan KA di Bekasi
Foto: Ilustrasi Gandung Pardiman Desak Audit Keselamatan Usai Kecelakaan KA di Bekasi.

Anggota Komisi VII DPR Fraksi Partai Golkar Gandung Pardiman mendesak pemerintah melakukan audit total keselamatan perkeretaapian menyusul kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam. Insiden yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL tersebut mengakibatkan 16 orang meninggal dunia.

Kecelakaan ini memicu gangguan besar pada operasional KRL serta pembatalan sejumlah jadwal kereta api jarak jauh. Berdasarkan laporan dari Nasional, sebanyak 84 penumpang lainnya mengalami luka-luka akibat benturan keras antar-rangkaian kereta tersebut.

"APBN 2026 harus memprioritaskan ini demi keamanan logistik nasional," kata Gandung dalam siaran pers, Kamis (30/4/2026).

Gandung menekankan bahwa jaminan keamanan distribusi barang melalui jalur rel merupakan aktivitas ekonomi krusial. Kelumpuhan jalur kereta api dinilai dapat memberikan dampak kerugian finansial yang masif bagi sektor industri manufaktur di Indonesia.

ÔÇ£Industri manufaktur adalah penopang PDB (Produk Domestik Bruto) dan penyerap tenaga kerja terbesar. Satu hari jalur KA lumpuh, kerugian industri bisa triliunan. Jangan tunggu korban berikutnya baru berbenah,ÔÇØ sambung Gandung.

Politisi Golkar ini memberikan saran agar Kementerian Perindustrian dan KAI Logistik segera memitigasi rantai pasok melalui pembukaan posko krisis. Selain itu, pembangunan infrastruktur seperti flyover atau underpass di perlintasan sebidang kawasan industri menjadi kebutuhan mendesak.

"Audit keselamatan total. Pemerintah dan KAI harus evaluasi sistemik, terutama pengawasan lintasan dan perlintasan sebidang yang rawan kecelakaan," ujar Gandung.

Gandung juga menyampaikan rasa belasungkawa terhadap para korban dalam tragedi yang terjadi di Kota Bekasi tersebut. Ia berharap kejadian ini menjadi momentum perbaikan menyeluruh pada sistem transportasi publik dan logistik.

ÔÇ£Tentunya ini menjadi warning bagi kita semua,ÔÇØ imbuhnya.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa tabrakan diduga berawal dari gangguan di perlintasan sebidang yang terletak 200 meter dari stasiun. Gangguan sistem diduga terjadi setelah ada kendaraan yang menerobos palang pintu.

ÔÇ£Kejadian ini dimulai dengan adanya temperan taksi hijau di JPL 85. Sehingga ini yang kami curigai itu membuat sistem perkeretaapian di daerah stasiun emplasemen Bekasi Timur ini agak terganggu,ÔÇØ ujar Bobby saat ditemui di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026) dini hari.

Saksi mata sekaligus relawan perlintasan, Askhin Burhan, mengonfirmasi adanya mobil taksi listrik yang memaksa melintas meskipun palang pintu sudah tertutup. Mobil tersebut kemudian mogok di tengah rel dan tidak sempat dievakuasi sebelum tertabrak KRL.

ÔÇ£Iya kondisi palang sudah ditutup, tapi taksi maksa jalan, nerobos palang pintu, nah pas di tengah itu mogok,ÔÇØ ujar Askhin di lokasi kejadian, Selasa.

Dampak dari mogoknya taksi tersebut membuat KRL PLB 5568A jurusan Jakarta-Cikarang terhenti di Stasiun Bekasi Timur. Dalam posisi diam tersebut, rangkaian KRL kemudian tertabrak oleh KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi.

Artikel terkait

Rekomendasi