PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) tengah memproses aksi korporasi penerbitan saham baru atau rights issue untuk memenuhi kewajiban ekuitas minimum dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Langkah penambahan modal ini ditargetkan rampung paling lambat pada akhir tahun 2026 mendatang.
Penguatan struktur permodalan melalui Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) tersebut diharapkan mampu meningkatkan posisi ekuitas perseroan. Melalui penghimpunan dana ini, ekuitas perusahaan yang tercatat sebesar Rp211 miliar diproyeksikan melonjak hingga mencapai kisaran Rp260 miliar sampai Rp270 miliar, seperti dilansir dari Investortrust.
Direktur Keuangan YOII Randy Tandra menjelaskan target kenaikan modal tersebut dalam sebuah acara pemaparan publik di Jakarta pada Rabu (15/4/2025).
"Kami berharap ekuitas perusahaan yang saat ini sebanyak Rp 211 miliar mungkin bisa naik sekitar Rp260 miIiar hingga Rp 270 miliar," ujar Randy dalam paparan publik di Jakarta, Rabu (15/4/2025).
Perseroan membidik perolehan dana segar senilai Rp67 miliar melalui aksi korporasi ini. Kendati demikian, manajemen mengakui adanya tantangan dari faktor makro ekonomi yang berpotensi memengaruhi minat dari para investor.
"Tantangan utamanya adalah apakah dari target yang kita mau capai itu bisa terserap oleh masyarakat, melihat kondisi makro ekonomi saat ini (menantang)," katanya.
Walau dibayangi tantangan situasi ekonomi, manajemen memastikan sebagian besar dari target dana yang dibidik telah mengantongi komitmen dari calon pemodal yang siap mengambil bagian atas saham baru tersebut.
"Dari Rp67 miliar yang kita targetkan, sebagian besar sebenarnya sudah ada yang siap untuk membelinya," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama YOII Adi Wibowo Adisaputro memberikan penegasan bahwa pelaksanaan rights issue ini sudah berjalan dan bukan lagi sekadar wacana.
"Kami sudah mulai menyelesaikan registrasi pertama dengan OJK Pasar Modal. Jadi sekali lagi, ini bukan baru rencana, tapi memang sudah berproses dalam rangka aksi korporasinya," kata Adi.