Astra Group menilai pasar otomotif nasional pada tahun 2026 masih berada dalam fase ketidakpastian sehingga perseroan belum dapat menyampaikan proyeksi kinerja secara penuh. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Astra 2026 yang berlangsung pada Kamis (23/4).
Dilansir dari Otomotif, fluktuasi ekonomi dan pola musiman menjadi variabel utama yang memengaruhi industri kendaraan saat ini. Presiden Direktur Astra Rudy menjelaskan bahwa pihaknya memilih untuk memantau perkembangan pasar secara saksama sebelum mengeluarkan panduan kinerja yang lebih terperinci.
"Tahun ini lebih dinamis. Kita belum bisa memberi guidance penuh," ujar Rudy, Presiden Direktur Astra.
Penetapan proyeksi kinerja yang komprehensif baru akan dilakukan setelah perusahaan mendapatkan gambaran yang lebih akurat mengenai arah pasar. Astra berencana menunggu hingga selesainya periode semester pertama tahun berjalan untuk mengevaluasi data tersebut.
"Kita tunggu sampai semester pertama untuk prediksi lebih akurat," kata Rudy, Presiden Direktur Astra.
Meskipun proyeksi final belum ditetapkan, Astra telah merilis estimasi awal terkait pasar otomotif nasional. Penjualan mobil diprediksi tetap bertahan pada kisaran 800.000 unit, sementara pasar sepeda motor diperkirakan mampu menembus angka di atas 6 juta unit.
Rudy menyebutkan bahwa pergerakan permintaan di awal tahun turut dipengaruhi oleh faktor musiman, seperti periode libur panjang dan perayaan Hari Raya Idul Fitri. Selain itu, lini bisnis non-otomotif milik grup juga masih menghadapi tantangan terkait fluktuasi harga serta volume komoditas.
"Ada faktor Lebaran, libur, dan seasonality. Non-auto juga masih dipengaruhi harga dan volume," ujar Rudy, Presiden Direktur Astra.
Fleksibilitas operasional saat ini menjadi strategi kunci Astra dalam menjaga stabilitas di tengah kondisi pasar yang dinamis. Perusahaan tetap mengedepankan sikap hati-hati hingga tersedia informasi yang lebih jelas pada paruh pertama tahun 2026 sebelum merilis panduan kinerja resmi.