PT Astra Graphia Tbk (ASGR) mengejutkan pasar modal dengan menyetujui pembayaran dividen jumbo untuk tahun buku 2025. Dilansir dari Investortrust, emiten solusi dokumen dan teknologi informasi anak usaha grup Astra ini menetapkan rasio pembayaran dividen sebesar 120 persen.
Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung pada Rabu, 15 April 2026. Nilai total dividen yang dialokasikan mencapai Rp 325,05 billion atau setara Rp 241 per lembar saham.
Langkah agresif ini didanai dari laba bersih perusahaan sepanjang tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp 270,61 miliar. Guna menutupi kelebihan rasio pembayaran yang di atas 100 persen tersebut, ASGR mengambil dana tambahan sebesar Rp 54,43 miliar dari saldo laba ditahan.
Kebijakan manajemen untuk mendistribusikan modal melebihi total profit tahunan ini menandai pergeseran strategi dalam memberi imbal hasil bagi pemegang saham. Rasio dividen kali ini melonjak signifikan dibanding kisaran historis perusahaan yang biasanya berada di angka 45 hingga 60 persen.
Kendati rasio pengembalian modal tergolong sangat tinggi, manajemen menegaskan bahwa keputusan ini tidak akan mengorbankan ekspansi masa depan emiten.
"We constantly strive to have a dividend payment policy based on a balance of returns for shareholders and also for the future growth of Astragraphia," kata Presiden Direktur ASGR Hendrix Pramana.
Sebelumnya, ASGR telah menggelontorkan dividen interim sebesar Rp 30 per saham pada tahun 2025. Sisa dividen senilai Rp 211 per saham atau total Rp 284,59 miliar dijadwalkan cair pada 13 Mei 2026 bagi pemegang saham yang tercatat per 27 April.
Kinerja Operasional Dongkrak Laba
Peningkatan rasio dividen ini ditopang oleh fundamental bisnis yang kokoh. Sepanjang tahun 2025, profit bersih ASGR melesat hingga 32 persen secara tahunan, sementara pendapatan bersih tumbuh 6 persen menjadi sekitar Rp 2,99 triliun.
Pertumbuhan kinerja ini didorong oleh segmen solusi IT yang sukses bertransformasi menuju layanan profesional. Direktur Keuangan Trivena Nalsalita menyatakan capaian ini didukung kenaikan laba kotor konsolidasian sebesar 12 persen.
Trivena Nalsalita menambahkan bahwa digitalisasi proses bisnis dan optimalisasi manajemen arus kas menjadi mesin utama di balik meningkatnya profitabilitas perusahaan. Transformasi digital ini memperkuat posisi Astra Graphia sebagai penyedia layanan IT yang produktif menghasilkan kas.