Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Asrama Haji Pondok Gede, Muhammad Ali Zakiyudin, menginstruksikan calon jemaah haji untuk tidak membawa barang terlarang seperti rokok menjelang jadwal masuk asrama pada Senin (20/4/2026). Larangan ini diperkuat dengan penerapan sistem pemindaian ganda guna memastikan keamanan barang bawaan jemaah.
Sebanyak 19 kelompok terbang (kloter) dijadwalkan menerima layanan di asrama tersebut tahun ini. Dilansir dari Megapolitan, otoritas asrama akan melakukan pengawasan ketat terhadap seluruh barang yang masuk ke area penginapan sebelum diberangkatkan menuju bandara.
"Kalau rokok, semua ada imigrasi di sini. Semua akan di-X-ray saat pertama masuk. Kemudian nanti ketika keberangkatan akan di-X-ray lagi. Jadi ada dua tahapan. Barang masuk, koper masuk, di-X-ray. Mana yang terlarang, maka dengan sendirinya akan tersortir di situ," jelas Ali saat ditemui di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin (20/4/2026).
Pihak pengelola telah menetapkan jadwal kedatangan kloter pertama yang akan memulai proses administrasi sejak pagi hari. Koordinasi logistik juga telah disiapkan untuk memisahkan alur pergerakan jemaah dengan pengangkutan barang bawaan mereka.
"Rencana untuk Asrama Haji Pondok Gede ini akan kedatangan jamaah besok pagi pukul 06.00 kumpul di sini untuk melakukan registrasi terkait berbagai hal yang dibutuhkan kelengkapan dokumen jamaah serta pengumpulan koper jamaah yang akan nantinya dibawa ke bandara oleh mobil yang berbeda," ucap Ali.
Proses penerimaan jemaah mencakup rangkaian pemeriksaan kesehatan, verifikasi paspor, hingga aktivasi identitas digital resmi melalui aplikasi Nusuk. Muhammad Ali Zakiyudin menekankan adanya jalur khusus untuk memfasilitasi kelompok rentan agar proses birokrasi berjalan lebih efisien.
"Kita ada fast track One Stop Service, gitu. Jadi ada meja-meja khusus yang digunakan untuk lansia, perempuan, dan disabilitas. Jadi, One Stop, baik itu dari kesehatannya, dari apanya itu ada fast track di sini, jadi lebih cepat," jelas Ali.
Fasilitas kamar di Asrama Haji Pondok Gede telah dinyatakan siap sepenuhnya dengan standar menyerupai akomodasi hotel. Setiap kamar kini dilengkapi dengan lima tempat tidur, penyejuk udara, televisi, kulkas mini, hingga dua jenis toilet untuk menunjang kenyamanan para calon jemaah selama masa karantina singkat.