Belasan kendaraan dilaporkan mengalami pecah ban di ruas Tol Jagorawi arah Bogor, Jawa Barat, pada Kamis, 30 April 2026 sore, akibat kondisi jalan yang rusak. Insiden ini terjadi saat arus lalu lintas sedang padat di tengah guyuran hujan deras, tepatnya di sekitar wilayah Gunung Putri.
Sebanyak enam mobil awalnya teridentifikasi mengalami kerusakan ban secara bersamaan di lokasi tersebut, sebagaimana dilansir dari Megapolitan. Salah satu korban, Lia (28), menjelaskan bahwa dirinya sedang melintas dari Gerbang Tol Cimanggis menuju Gunung Putri sekitar pukul 16.30 WIB ketika peristiwa itu terjadi.
"Posisi kejadiannya itu setelah ngelewatis Gerbang Tol Cimanggis, berarti arah Gunung Putri. Terus di situ aku di jalur dua, emang kan lagi padat-padatnya ya jam segitu," kata Lia saat dihubungi Kompas.com, pada Jumat (1/5/2026).
Kendaraan yang dikemudikan Lia mulai melambat saat berada di jembatan dekat Podomoro ke arah Bogor. Ia menyadari ada keganjilan pada laju kendaraannya yang tidak bisa dipacu dalam kecepatan tinggi.
"Nah habis itu, itu bener-bener enggak bisa, enggak bisa kenceng, pokoknya paling kenceng itu di 60 (kilometer per jam) kecepatannya," ujarnya.
Situasi di lokasi menunjukkan banyak pengemudi lain yang juga menepikan kendaraan mereka ke bahu jalan dengan menyalakan lampu peringatan. Lia sempat menduga adanya kecelakaan beruntun sebelum menyadari bahwa penyebabnya adalah ban bocor massal.
"Aku juga ikut pasang hazard, takutnya ditabrak dari belakang kan. Pas yang depan aku minggir ke kiri semua, terus baru sadar itu ternyata pada udah bocor semua tuh ban mobil," jelas Lia.
Lia mengamati bahwa jarak antar kendaraan yang mengalami pecah ban tersebut cukup berdekatan di sepanjang ruas jalan tol. Ia kemudian memutuskan untuk berhenti guna memeriksa kondisi ban mobilnya sendiri.
"Udah pada bocor (ban mobil), ada sekitar pertama tuh dua (mobil bocor ban), terus tiga (mobil bocor ban), terus satu (mobil bocor ban). Jadi jaraknya tuh enggak begitu jauh, kayak cuma sekitar 100 meteran gitu loh pada minggir," lanjutnya.
Pemeriksaan mandiri menunjukkan ban belakang bagian kanan mobil Lia telah mengalami robekan serius. Kondisi ban tersebut sudah tidak menyisakan udara sama sekali saat ia menepi di dekat pintu keluar Tol Gunung Putri.
"Cek belakang ternyata yang belakang udah enggak ada angin sama sekali, udah sobek. Ternyata sobek ya dari samping dari velg tuh ke tengah tuh sobekannya," ujar Lia.
Meskipun ban mengalami sobekan tajam, Lia mengaku tidak melihat adanya paku atau benda logam yang menancap pada karet ban. Ia mencurigai adanya kerusakan struktur pada jembatan yang tergenang air hujan.
"Enggak ada (benda tajam), enggak tahu kayak kesilet gitu loh. Bingung, entah itu di jembatan itu ada besi nongol aku enggak paham ya, karena posisi kan hujan deres kemarin tuh sore," jelas Lia.
Saat meminta bantuan kepada petugas kepolisian yang berpatroli, Lia mendapatkan informasi bahwa jumlah korban terdampak ternyata lebih banyak dari pengamatannya. Petugas menyebut belasan mobil mengalami kendala serupa di titik yang sama.
"Nah pas PJR lewat aku stop-in, dia muter balik nyamperin. 'Ada apa?' kata Pak polisi gitu. 'Ini Pak, bocor' gitu kan, pecah ban. 'Oh sama Bu, di belakang juga udah 11 mobil yang udah pecah', kata dia gitu," ungkap Lia.
Kepala Induk PJR Tol Jagorawi Kompol Akhmad Jajuli mengonfirmasi bahwa penyebab utama insiden tersebut adalah aspal yang mengelupas. Kerusakan jalan ini dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi sejak sore hari di wilayah tersebut.
"Jadi aspalnya mengelupas, ya. Mobil kencang 'blep' namanya beda tinggi kan jedug. Tadi semalam saya datang (sedang) ditambal," ungkap Jajuli saat dihubungi Kompas.com, Jumat.
Jajuli merinci bahwa titik kerusakan terletak di Kilometer 17, tepat pada sambungan jembatan sebelum arah Gunung Putri. Lokasi ini berada setelah area Chevron dari arah Cibubur.
"Jadi kalau dari Cibubur itu kan ada Chevron yang dari CCT, Chevron Cimanggis Cibubur itu, lewat lagi kan ada jembatan, ya itu di situ. Kilometer 17. Sebelum Cimanggis. Cimanggis kan kilometer 19," tutur Jajuli.
Pihak pengelola tol menyatakan telah menerima laporan awal gangguan tersebut pada pukul 17.40 WIB. Senior Manager Representative Office 1 PT Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT), Alvin Andituahta Singarimbun, menyebut tim teknis langsung diterjunkan ke lokasi.
"Petugas Representative Office 1 Jasamarga Metropolitan Tollroad bersama Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) dan Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM) langsung melakukan pemeriksaan di lapangan guna mengidentifikasi penyebab pecahnya beberapa ban pengguna jalan," ujar Alvin dalam keterangan resminya.
Perbaikan berupa penambalan sementara sudah dilakukan oleh petugas JMTM untuk menutup lubang di titik-titik perkerasan yang rusak. Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan pengguna jalan lainnya yang melintas.
"Serta berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan pembersihan area jalan tol di sekitar lokasi kejadian mengantisipasi adanya paku atau benda-benda tajam yang jatuh dari kendaraan pengguna jalan dan berpotensi merusak ban pengguna jalan," imbuhnya.