Sebelas kendaraan dilaporkan mengalami pecah ban massal saat melintasi ruas Tol Jagorawi arah Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (30/4/2026) sore akibat kondisi aspal yang rusak. Insiden ini terjadi di sekitar jembatan Kilometer 17 menuju arah Gunung Putri saat wilayah tersebut diguyur hujan deras, sebagaimana dilansir dari Megapolitan.
Kondisi jalan yang berlubang menyebabkan ban kendaraan robek setelah menghantam permukaan aspal yang tidak rata. Petugas kepolisian dan Jasa Marga segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat serta pengamanan lalu lintas bagi para pengemudi yang menepi di bahu jalan.
Lia, salah satu pengemudi terdampak, menceritakan pengalamannya saat melintas dari Gerbang Tol Cimanggis menuju Gunung Putri sekitar pukul 16.30 WIB. Ia menyadari adanya gangguan setelah melihat deretan mobil di depannya berhenti mendadak dengan lampu darurat yang menyala.
"Posisi kejadiannya itu setelah ngelewatin Gerbang Tol Cimanggis, berarti arah Gunung Putri. Terus di situ aku di jalur dua, emang kan lagi padat-padatnya ya jam segitu," kata Lia.
Laju kendaraan yang dikemudikan Lia mulai melambat secara signifikan saat berada di atas jembatan dekat kawasan Podomoro. Ia sempat mengira terjadi kecelakaan beruntun sebelum menyadari bahwa banyak ban mobil lain yang sudah kempis.
"Nah habis itu, itu bener-bener enggak bisa, enggak bisa kenceng, pokoknya paling kenceng itu di 60 (kilometer per jam) kecepatannya," ujarnya.
Pengemudi berusia 28 tahun ini akhirnya memutuskan untuk menepi guna memeriksa kondisi kendaraannya. Ia menemukan banyak mobil lain yang juga berhenti dalam jarak yang cukup berdekatan di sepanjang bahu jalan tol tersebut.
"Aku juga ikut pasang hazard takutnya ditabrak dari belakang kan. Pas yang depan aku minggir ke kiri semua, terus baru sadar itu ternyata pada udah bocor semua tuh ban mobil," jelas Lia.
Ia merinci bahwa jumlah kendaraan yang mengalami kerusakan ban terus bertambah seiring berjalannya waktu. Para pengemudi terpaksa berhenti secara tersebar di sepanjang jalur menuju pintu keluar tol.
"Udah pada bocor (ban mobil), ada sekitar pertama tuh dua (mobil bocor ban), terus tiga (mobil bocor ban), terus satu (mobil bocor ban). Jadi jaraknya tuh enggak begitu jauh, kayak cuma sekitar 100 meteran gitu loh pada minggir," lanjutnya.
Setelah melakukan pengecekan mandiri, Lia mendapati ban belakang bagian kanan mobilnya mengalami sobekan yang cukup parah. Kondisi tekanan udara pada ban tersebut langsung habis seketika setelah melewati titik kerusakan jalan.
"Cek belakang ternyata yang belakang udah enggak ada angin sama sekali, udah sobek. Ternyata sobek ya dari samping dari velg tuh ke tengah tuh sobekannya," ujar Lia.
Meskipun mengalami kerusakan serius, ia mengaku tidak melihat adanya benda tajam seperti paku di lokasi kejadian. Lia menduga ada material besi atau kerusakan struktur jalan yang menjadi penyebab utama robeknya ban.
"Enggak ada (benda tajam), enggak tahu kayak kesilet gitu loh. Bingung, entah itu di jembatan itu ada besi nongol aku enggak paham ya, karena posisi kan hujan deres kemarin tuh sore," jelas Lia.
Kepastian mengenai jumlah korban terdampak didapatkan Lia saat berinteraksi dengan petugas kepolisian yang berpatroli. Petugas tersebut mengonfirmasi bahwa insiden serupa telah menimpa banyak pengendara lain di titik yang sama.
"Nah pas PJR lewat aku stop-in, dia muter balik nyamperin. 'Ada apa?' kata Pak polisi gitu. 'Ini Pak, bocor' gitu kan, pecah ban. 'Oh sama Bu, di belakang juga udah 11 mobil yang udah pecah', kata dia gitu," ungkap Lia.
Kepala Induk PJR Tol Jagorawi Kompol Akhmad Jajuli memberikan penjelasan teknis terkait penyebab insiden massal tersebut. Ia membenarkan adanya kerusakan pada lapisan aspal jalan akibat cuaca buruk.
"Jadi aspalnya mengelupas, ya. Mobil kencang 'blep' namanya beda tinggi kan jedug. Tadi semalam saya datang (sedang) ditambal," ungkap Jajuli.
Jajuli memaparkan bahwa lokasi spesifik kerusakan berada di sambungan jembatan sebelum area Gunung Putri. Perbedaan ketinggian aspal yang mengelupas menjadi jebakan bagi kendaraan yang melaju dalam kecepatan tinggi.
"Jadi kalau dari Cibubur itu kan ada Chevron yang dari CCT, Chevron Cimanggis Cibubur itu, lewat lagi kan ada jembatan, ya itu di situ. Kilometer 17. Sebelum Cimanggis. Cimanggis kan kilometer 19," tutur Jajuli.
Pihak pengelola jalan tol, PT Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT), menyatakan telah menerima laporan insiden ini sejak sore hari. Tim teknis langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan identifikasi dan perbaikan.
"Petugas Representative Office 1 Jasamarga Metropolitan Tollroad bersama Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) dan Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM) langsung melakukan pemeriksaan di lapangan guna mengidentifikasi penyebab pecahnya beberapa ban pengguna jalan," ujar Senior Manager Representative Office 1 JMT, Alvin Andituahta Singarimbun.
Jasa Marga mengonfirmasi bahwa tindakan perbaikan cepat telah dilakukan untuk mencegah jatuhnya korban lebih lanjut. Selain menambal aspal, petugas juga melakukan pembersihan menyeluruh di area jalan tol tersebut.
"Serta berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan pembersihan area jalan tol di sekitar lokasi kejadian mengantisipasi adanya paku atau benda-benda tajam yang jatuh dari kendaraan pengguna jalan dan berpotensi merusak ban pengguna jalan," imbuhnya.