AS Desak G7 Perketat Sanksi Ekonomi Terhadap Iran

AS Desak G7 Perketat Sanksi Ekonomi Terhadap Iran
Foto: Ilustrasi AS Desak G7 Perketat Sanksi Ekonomi Terhadap Iran.

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent mendesak seluruh negara sekutu anggota G7 untuk memperketat sanksi ekonomi terhadap Iran pada Selasa (19/5/2026). Langkah ini diambil untuk melemahkan sumber pendanaan Iran dalam konflik di Timur Tengah, seperti dilansir dari Detik Finance.

Kementerian Keuangan AS kini tengah meningkatkan penegakan sanksi melalui program bernama Economic Fury. Program tersebut dirancang untuk mengganggu jaringan perbankan gelap serta membekukan aset mata uang kripto terkait Iran senilai hampir setengah miliar dolar.

"Hal itu akan membutuhkan, misalnya, mitra-mitra Eropa kita untuk bergabung dengan Amerika Serikat dalam mengambil tindakan terhadap Iran," ujar Bessent dalam pidatonya di konferensi G7 di Paris, dikutip dari Reuters, Selasa (19/5/2026).

Pemerintah AS juga meminta keterlibatan kawasan lain untuk menyasar lembaga keuangan yang membantu negara tersebut. Upaya ini mencakup penutupan kantor cabang bank hingga pembongkaran proksi sanksi.

"Menetapkan para penyandang dananya, mengungkap perusahaan-perusahaan fiktif dan perusahaan kedoknya, menutup cabang-cabang banknya, dan membongkar proksi-proksinya. Hal itu akan membutuhkan Anda sekalian di Timur Tengah dan Asia untuk memberantas jaringan perbankan bayangan Iran," jelas Bessent.

Kementerian Keuangan AS selanjutnya bakal memperbarui daftar sanksi karena Iran dinilai kerap beradaptasi menggunakan perusahaan cangkang baru. Sanksi ke depan akan lebih diarahkan pada individu dan entitas dalam Specially Designated Nationals List agar mereka terputus dari sistem keuangan berbasis dolar.

"Untuk mempertajam hasil keamanan nasional, Kementerian Keuangan sedang menyesuaikan program sanksi kami untuk abad ke-21. Kami sedang meninjau penetapan sanksi yang sudah usang dan ketinggalan zaman untuk membantu lembaga keuangan fokus pada skema pendanaan terorisme dan penghindaran sanksi yang paling canggih," kata Bessent.

Otoritas finansial AS menekankan bahwa regulasi sanksi yang terlalu lama tanpa perubahan berisiko memicu dampak buruk yang tidak terduga bagi masyarakat setempat.

"Sanksi dimaksudkan untuk mengubah perilaku, bukan untuk menghukum penduduk. Sanksi yang diberlakukan selama bertahun-tahun tanpa perubahan perilaku yang terlihat dan nyata dapat memiliki dampak antar generasi yang hampir tidak mungkin diprediksi," terang Bessent.

Artikel terkait

Rekomendasi