Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI memberikan apresiasi tinggi terhadap pengelolaan puncak ibadah haji 1447 H/2026 M. Penyelenggaraan di fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) dinilai jauh lebih berkualitas dibandingkan tahun sebelumnya.
Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Danang Wicaksana, menyebutkan bahwa masa-masa paling krusial di tanah suci telah berhasil dilalui dengan aman. Kelancaran pergerakan serta pelayanan jamaah tak lepas dari kerja keras pemerintah dan para petugas haji di lapangan.
Fokus Pelayanan Pasca-Armuzna
Meski fase puncak telah usai, Danang mengingatkan bahwa tugas Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) masih panjang. Ia meminta seluruh petugas tetap siaga memberikan pelayanan terbaik hingga seluruh jamaah tiba kembali di tanah air.
Kualitas layanan tidak boleh menurun sedikit pun setelah melewati fase Armuzna yang menguras energi. Pelayanan kepada jamaah harus tetap menjadi prioritas utama hingga proses pemulangan selesai dilakukan secara bertahap.
Beberapa aspek krusial yang harus tetap terjaga kualitasnya meliputi:
- Kondisi akomodasi pemondokan yang harus tetap nyaman bagi jamaah yang masih menetap di Arab Saudi.
- Pengawasan ketat terhadap distribusi dan kualitas konsumsi, baik bagi jamaah di Makkah maupun di Madinah.
- Optimalisasi layanan bus shalawat untuk mobilitas jamaah dari hotel menuju Masjidil Haram yang kini mulai kembali beroperasi normal.
- Ketepatan jadwal dan faktor keselamatan pada transportasi antarkota, khususnya bagi jamaah yang bergerak dari Makkah ke Madinah.
- Kelancaran proses penerbangan pulang ke Indonesia dengan tetap mengedepankan aspek keamanan dan kenyamanan penumpang.
Segala aspek teknis tersebut menjadi poin utama yang ditekanan oleh Timwas DPR demi menjamin kesejahteraan jamaah selama sisa waktu mereka di tanah suci.
Harapan Timwas Haji DPR RI
Danang Wicaksana menegaskan bahwa keselamatan dan kenyamanan jamaah dalam perjalanan pulang merupakan tanggung jawab yang besar. Semua pihak diminta memastikan jadwal penerbangan berjalan tepat waktu tanpa kendala teknis yang berarti.
Timwas Haji DPR RI berharap seluruh pemangku kepentingan dapat mempertahankan konsistensi performa kerja hingga akhir masa operasional. Tujuannya agar seluruh jamaah Indonesia dapat membawa pengalaman haji yang berkesan dan kembali ke rumah dengan selamat.
| Fase Penyelenggaraan | Fokus Utama Pengawasan |
|---|---|
| Pasca-Armuzna | Kualitas pemondokan dan konsumsi di Makkah/Madinah. |
| Mobilitas Lokal | Operasional bus shalawat menuju Masjidil Haram. |
| Pemulangan | Ketepatan jadwal penerbangan dan keselamatan jamaah. |
Tabel di atas merangkum titik fokus pengawasan yang diminta oleh DPR pasca puncak haji 2026. Dengan pengawasan ketat, diharapkan penurunan kualitas layanan dapat dihindari sepenuhnya hingga kepulangan jamaah terakhir ke Indonesia.