Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, menyatakan optimisme tinggi menjelang laga leg kedua perempat final Liga Champions melawan Bayern Munich di Stadion Allianz Arena pada Kamis, 16 April 2026 pukul 02.00 WIB. El Real mengusung misi bangkit setelah sebelumnya menelan kekalahan tipis.
Klub asal Spanyol tersebut harus mengejar ketertinggalan skor agregat menyusul hasil pekan lalu. Dilansir dari Detik Health, Real Madrid menyerah 1-2 saat menjamu Bayern Munich di Santiago Bernabeu pada pertandingan leg pertama.
Target kemenangan dengan selisih minimal dua gol menjadi syarat mutlak bagi Madrid untuk mengamankan tiket menuju babak semifinal secara langsung. Arbeloa menegaskan bahwa skuat asuhannya memiliki modal yang cukup untuk membalikkan keadaan tanpa memerlukan mukjizat.
"I saya kira kami tidak membutuhkan keajaiban di sini. Seandainya kami menang di laga sebelumnya, maka ini tidak akan jadi sesuatu yang luar biasa," cetus Arbeloa menatap duel Bayern Munich vs Real Madrid, dikutip dari AS.
Kepercayaan diri pelatih tersebut didukung oleh konsep psikologi olahraga yang dikenal sebagai mental imagery. Teknik ini melibatkan penciptaan representasi perseptual seperti suara dan sensasi dalam pikiran pemain tanpa adanya rangsangan dari luar secara langsung.
Praktik visualisasi mental ini memungkinkan pemain melatih otak mereka untuk merespons situasi pertandingan nyata dengan lebih baik. Berdasarkan informasi dari ISSPF, metode tersebut mencakup visualisasi saat mencetak gol, mengumpan bola, hingga menghadapi tekanan suporter lawan di kandang musuh.
Penelitian menunjukkan bahwa latihan mental ini efektif meningkatkan keterampilan motorik dan proses pengambilan keputusan di lapangan hijau. Selain aspek teknis, visualisasi juga berperan besar dalam memperkuat kepercayaan diri atlet serta meminimalkan tingkat kecemasan sebelum bertanding.