Pemerintah Arab Saudi resmi mengaktifkan kesiapan tertinggi di sektor transportasi terintegrasi melalui jalur udara, darat, laut, dan kereta api menjelang musim Haji 1447 H atau Haji 2026. Langkah ini dilakukan guna memastikan mobilitas jutaan jemaah mancanegara berlangsung aman dan tertib.
Pengintegrasian seluruh moda transportasi tersebut dirancang untuk memberikan kenyamanan perjalanan ibadah bagi para jemaah dari seluruh penjuru dunia. Sebagaimana dilansir dari Cahaya, kementerian terkait mengadopsi pendekatan terpadu yang menghubungkan semua akses logistik secara sistematis.
Sektor penerbangan menjadi prioritas utama dengan alokasi lebih dari 3,1 juta kursi yang didukung oleh 12.000 penerbangan reguler maupun charter. Otoritas setempat telah menyiagakan tim pengawas di enam bandara utama guna memantau kepatuhan maskapai terhadap standar pelayanan selama operasional haji berlangsung.
Maskapai nasional Saudia berkontribusi menyediakan lebih dari satu juta kursi dengan dukungan layanan digital modern. Selain itu, terdapat pula partisipasi dari maskapai flynas yang menargetkan pengangkutan ratusan ribu jemaah dari 20 destinasi internasional.
Guna mengatasi kepadatan di jalur darat, moda transportasi kereta api disiapkan untuk mengangkut jemaah di area suci. Saudi Arabia Railways dijadwalkan mengoperasikan lebih dari 2.000 perjalanan Kereta Mashair yang diproyeksikan melayani dua juta penumpang di wilayah Mina, Muzdalifah, dan Arafah.
Kereta Cepat Haramain juga menambah frekuensi operasional hingga 5.308 perjalanan dengan kapasitas kursi mencapai 2,2 juta. Jalur ini menjadi akses krusial yang menghubungkan Mekkah dan Madinah melalui Bandara Internasional King Abdulaziz.
Pada sektor darat, pemerintah telah melakukan pembersihan gundukan pasir sebanyak 56 juta meter kubik serta perawatan 178.000 lampu jalan untuk menjamin keselamatan berkendara. Armada pendukung yang disiagakan mencakup 33.000 bus dan 5.000 taksi yang telah melalui proses inspeksi kelaikan.
Layanan pendukung lainnya melibatkan Saudi Post yang mengerahkan skuter listrik dan sepeda motor untuk distribusi logistik di kawasan padat. Pelabuhan Islam Jeddah juga telah menyiagakan tim khusus untuk mempercepat prosedur kedatangan jemaah melalui jalur laut.
Pusat Keselamatan Transportasi Nasional mengonfirmasi bahwa seluruh petugas tanggap darurat akan bersiaga selama 24 jam penuh di setiap sektor. Tim tersebut bertugas memberikan respons cepat terhadap segala potensi insiden demi menjaga kelancaran seluruh rangkaian ibadah haji.