Arab Saudi Mulai Terima Gelombang Pertama Jemaah Haji 2026

Arab Saudi Mulai Terima Gelombang Pertama Jemaah Haji 2026
Foto: Ilustrasi Arab Saudi Mulai Terima Gelombang Pertama Jemaah Haji 2026.

Pemerintah Arab Saudi secara resmi mulai menerima kedatangan gelombang pertama jemaah haji dari berbagai negara di bandara utama Madinah dan Jeddah pada Sabtu, 18 April 2026. Kedatangan ini menandai dimulainya musim haji tahun ini dengan pengawalan protokol kesehatan dan keamanan ketat.

Sebagaimana dilansir dari Detikcom melalui laporan Arab News pada Minggu (19/4/2026), penerbangan perdana yang mendarat merupakan jemaah asal Pakistan. Kelompok ini tiba di Bandara Internasional Pangeran Mohammed bin Abdulaziz, Madinah, setelah berangkat dari Bandara Internasional Jinnah melalui skema Program Mecca Route.

Data operasional menunjukkan bahwa Arab Saudi menetapkan kuota haji bagi Pakistan sebanyak 179.210 orang untuk tahun ini. Sebanyak 118.000 jemaah di antaranya berangkat melalui koordinasi pemerintah, sedangkan sisanya menggunakan jasa operator tur swasta.

Selain Pakistan, jemaah asal Bangladesh juga terpantau tiba di Bandara Internasional Raja Abdulaziz pada hari yang sama. Proses keberangkatan mereka di negara asal dilepas langsung oleh Perdana Menteri Bangladesh, Tarique Rahman, bersama Duta Besar Arab Saudi untuk Bangladesh, Abdullah bin Abiyah.

Gelombang kedatangan terus berlanjut dengan tibanya jemaah dari Bandara Internasional Kuala Lumpur di Madinah serta jemaah dari Bandara Ankara Esenboga, Turki. Kelompok jemaah dari India juga telah sampai dan disambut langsung oleh Duta Besar India untuk Arab Saudi, Suhel Ajaz Khan, guna meninjau fasilitas pelayanan.

Direktorat Jenderal Paspor Arab Saudi menyatakan kesiapan seluruh fasilitas imigrasi baik di jalur udara, darat, maupun laut. Pihak berwenang mengerahkan teknologi canggih guna memastikan proses administrasi kedatangan jemaah berjalan tanpa kendala di pintu-pintu masuk kerajaan.

Inisiatif Program Mecca Route yang menjadi bagian dari Visi 2030 Arab Saudi kini telah mencakup 17 titik keberangkatan di 10 negara berbeda. Layanan ini resmi diperluas untuk pertama kalinya ke Senegal dan Brunei Darussalam pada tahun ini.

Program tersebut memungkinkan jemaah menyelesaikan seluruh proses keimigrasian, pemeriksaan paspor, hingga verifikasi kesehatan sejak di bandara asal. Fasilitas ini juga mencakup pengaturan bagasi yang langsung dikirim ke lokasi akomodasi, sehingga jemaah dapat langsung menuju bus tanpa harus mengantre lama di bandara kedatangan.

Artikel terkait

Rekomendasi