Arab Saudi Sambut Kedatangan Perdana 260 Jemaah Haji Asal Iran

Arab Saudi Sambut Kedatangan Perdana 260 Jemaah Haji Asal Iran
Foto: Ilustrasi Arab Saudi Sambut Kedatangan Perdana 260 Jemaah Haji Asal Iran.

Pemerintah Arab Saudi mulai menerima kedatangan rombongan perdana jemaah haji asal Iran di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz, Madinah, pada Minggu (26/4/2026). Partisipasi ini menandai dimulainya keberangkatan sekitar 30.000 warga Iran untuk menunaikan ibadah haji tahun ini setelah seluruh prosedur perizinan tuntas diselesaikan.

Kelompok pertama yang berjumlah 260 orang tersebut mendarat dengan fasilitas pelayanan khusus untuk menjamin kelancaran proses imigrasi. Dilansir dari Cahaya, otoritas Saudi telah mengerahkan teknologi canggih serta petugas multibahasa di pintu masuk negara guna mendukung kelancaran operasional musim haji 2026.

Duta Besar Iran untuk Arab Saudi, Ali Reza Enayati, memastikan bahwa pengiriman jemaah akan terus berlangsung dalam beberapa hari ke depan melalui skema koordinasi yang ketat. Ia juga memantau langsung kesiapan tim pendukung yang telah berada di lapangan lebih awal.

Para jemaah menerima tingkat pelayanan dan fasilitas yang sama seperti jemaah dari negara lain, kata Ali Reza Enayati, Duta Besar Iran untuk Arab Saudi.

Selain jalur udara, Otoritas Iran menggunakan jalur darat melalui perlintasan perbatasan Arar untuk memberangkatkan jemaah. Pemerintah Iran menyatakan bahwa persiapan teknis, termasuk kontrak dengan penyedia layanan transportasi dan akomodasi, telah diatur sepenuhnya untuk menjamin keamanan perjalanan pergi dan pulang.

Deputi Urusan Haji dan Umrah pada Organisasi Haji dan Ziarah Iran, Akbar Rezaei, mengonfirmasi bahwa seluruh dokumen legalitas yang dibutuhkan kini telah diperoleh. Ia menyebut adanya reorganisasi struktur kelompok untuk mempermudah pendaftaran jemaah secara digital.

Seluruh persetujuan resmi yang dibutuhkan telah diperoleh, ujar Akbar Rezaei, Deputi Urusan Haji dan Umrah pada Organisasi Haji dan Ziarah Iran.

Pemerintah Iran telah menyiapkan total 40 hotel yang tersebar di Makkah dan Madinah untuk menampung seluruh rombongan. Standar akomodasi bagi jemaah Iran tahun ini dilaporkan mengalami peningkatan dengan durasi tinggal di Madinah ditetapkan selama enam malam dan tujuh hari.

Artikel terkait

Rekomendasi