Arab Saudi Perluas Rumah Sakit Darurat Mina 2 Hadapi Haji 2026

Arab Saudi Perluas Rumah Sakit Darurat Mina 2 Hadapi Haji 2026
Foto: Ilustrasi Arab Saudi Perluas Rumah Sakit Darurat Mina 2 Hadapi Haji 2026.

Pemerintah Arab Saudi terus meningkatkan kesiapan fasilitas kesehatan di Makkah menjelang musim haji 2026. Upaya ini diwujudkan melalui proyek perluasan Rumah Sakit Darurat Mina 2 guna mengantisipasi lonjakan jumlah jamaah.

Dilansir dari Cahaya, Kidana Development Co. selaku perusahaan pengembang bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Arab Saudi dalam memperluas infrastruktur medis tersebut. Langkah ini diambil untuk memperkuat sistem penanganan kondisi darurat di area padat.

Proyek pengembangan ini meliputi pembangunan tiga lantai tambahan serta satu gedung annex. Penambahan fasilitas ini memanfaatkan total area panggung yang mencapai 18.000 meter persegi.

Melalui perluasan ini, kapasitas Rumah Sakit Darurat Mina 2 dipastikan meningkat hingga menampung 400 tempat tidur. Jumlah tersebut bertambah signifikan dibandingkan fasilitas pada periode sebelumnya.

Pada fase pertama yang diselesaikan tahun lalu, rumah sakit tersebut hanya menempati lahan seluas 5.300 meter persegi. Fasilitas awal kala itu hanya menyediakan kapasitas sebanyak 200 tempat tidur.

Guna mempercepat pelayanan medis yang terintegrasi bagi para jamaah, Rumah Sakit Darurat Mina 2 kini dilengkapi dengan jembatan penghubung khusus. Jalur ini menyambungkan fasilitas tersebut secara langsung dengan Rumah Sakit Darurat Mina 1.

Langkah antisipasi di sektor kesehatan juga ditunjukkan oleh Otoritas Bulan Sabit Merah Saudi. Lembaga tersebut mulai mengaktifkan rencana operasional skala besar di kawasan Masjidil Haram.

Sebanyak lebih dari 270 unit ambulans disiagakan di wilayah Makkah dan area pusat kota. Pengerahan armada ini bertujuan untuk menjamin kecepatan respons medis di tengah kepadatan aktivitas jamaah.

Komposisi armada operasional tersebut mencakup 58 ambulans standar, 23 ambulans golf cart, serta 12 tim intervensi cepat. Petugas di lapangan juga memanfaatkan sepeda motor ambulans, skuter medis, hingga kendaraan listrik.

Pemerintah setempat menerjunkan 570 paramedis, teknisi, dan tenaga spesialis kesehatan di berbagai titik krusial. Pergerakan tim medis ini turut mendapatkan dukungan penuh dari para relawan kesehatan.

Berdasarkan laporan Saudi Press Agency, sistem lapangan yang dirancang fleksibel ini mempermudah petugas. Evakuasi pasien menuju fasilitas medis terdekat dapat berjalan lebih cepat selama puncak ibadah haji.

Peta 3D Interaktif Bantu Navigasi Jamaah

Selain infrastruktur medis, Arab Saudi menghadirkan inovasi digital berupa peta 3D interaktif. Layanan teknologi ini diluncurkan untuk mempermudah navigasi jamaah di Masjidil Haram dan lokasi suci lainnya.

Sistem pemetaan modern ini telah terintegrasi langsung dengan kartu Nusuk. Melalui aplikasi tersebut, jamaah dapat menemukan rute menuju pemondokan atau hotel, sarana transportasi, serta area penting lainnya.

Peta interaktif ini juga menyediakan informasi waktu nyata mengenai kondisi cuaca, titik toilet, hingga tingkat kepadatan area tawaf dan sa'i. Pengguna juga dapat mengakses lokasi layanan fatwa serta bimbingan ibadah.

Penerapan program digital dan medis ini menjadi bagian dari realisasi program Saudi Vision 2030. Agenda besar tersebut berfokus menciptakan pengalaman ibadah haji yang modern, aman, sekaligus nyaman bagi jutaan umat Muslim.

Artikel terkait

Rekomendasi