Pemerintah Arab Saudi memperingatkan kondisi cuaca ekstrem berupa badai petir dan risiko banjir bandang di sejumlah wilayah utama termasuk Makkah dan Madinah pada Senin (20/4/2026). Fenomena atmosfer yang tidak stabil ini muncul berdekatan dengan persiapan puncak musim ibadah haji tahun ini.
Pusat Meteorologi Nasional (NCM) memproyeksikan gangguan cuaca tersebut akan melanda Riyadh, Hail, Qassim, hingga wilayah Perbatasan Utara. Selain itu, provinsi lain seperti Tabuk, Al Jouf, Al Baha, Asir, Jazan, dan Najran juga masuk dalam zona waspada sebagaimana dilansir dari Detikcom melalui laporan Gulf News dan Arab News.
Instabilitas cuaca ini diprediksi memicu hujan es serta badai pasir yang berpotensi menghambat mobilitas warga dan jemaah. Sektor pendidikan di Universitas Hafar Al-Batin bahkan telah mengalihkan seluruh kegiatan belajar mengajar ke sistem daring guna mengantisipasi risiko keselamatan bagi para mahasiswa.
Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil Arab Saudi telah mengeluarkan instruksi resmi agar masyarakat tetap berada di dalam ruangan yang aman selama kondisi memburuk. Otoritas setempat menekankan agar warga menjauhi kawasan lembah dan tidak mencoba berenang di area yang terdampak genangan air.
Peringatan kewaspadaan tinggi ini dijadwalkan tetap berlaku hingga hari Jumat mendatang. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk terus memperbarui informasi melalui saluran meteorologi resmi demi memprioritaskan keselamatan di tengah perubahan cuaca yang berlangsung cepat.