Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Gemilang Tarigan menegaskan bahwa industri logistik nasional tetap bertahan sebagai tulang punggung distribusi di tengah tekanan ekonomi global saat Musyawarah Nasional III Aptrindo di Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Sektor ini dinilai memiliki daya tahan kuat karena kebutuhan distribusi barang terus berjalan untuk memenuhi aktivitas masyarakat dan industri. Distribusi logistik yang terjaga mencakup kebutuhan pokok, sektor industri, hingga aktivitas ekspor dan impor, sebagaimana dilansir dari Otomotif.
"Saat ini kita sedang menghadapi tantangan ekonomi global. Gejolak geopolitik dan berbagai tekanan juga ikut berdampak pada logistik nasional sebagai tulang punggung distribusi dan produksi secara nasional," ujar Gemilang Tarigan, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo).
Kondisi ekonomi saat ini diakui memengaruhi dunia usaha, termasuk sektor transportasi. Kendati demikian, pergerakan logistik dipastikan tidak akan berhenti total selama masyarakat masih membutuhkan pemenuhan barang pokok.
"Namun, kita semua memahami satu hal, yakni logistik tidak pernah berhenti hidup selama masyarakat masih beraktivitas dan membutuhkan distribusi barang," kata Gemilang Tarigan.
Keterkaitan langsung industri logistik menyasar hampir seluruh sektor ekonomi nasional. Kebutuhan angkutan barang otomatis tetap berjalan selama aktivitas pabrik, pelayanan pelabuhan, dan perdagangan terus bergerak.
"Ketika industri tetap berjalan, pelabuhan bergerak, serta aktivitas ekspor dan impor berlangsung, di situlah insan transportasi hadir menjaga roda perekonomian bangsa,ÔÇØ ujar Gemilang Tarigan.
Hingga saat ini, angkutan truk masih menjadi pilar utama untuk distribusi darat di Indonesia dalam menyalurkan bahan makanan, material industri, hingga produk ritel. Sektor logistik tetap beroperasi meski dihadapkan pada tantangan kenaikan biaya operasional, tarif tol, harga suku cadang, hingga fluktuasi harga bahan bakar.